Rapid Test di Pasar, 12 Pedagang Bantul, 9 Kota Yogya Reaktif
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Rapid Test di Pasar, 12 Pedagang Bantul, 9 Kota Yogya Reaktif

Kamis, 25 Juni 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Rapid test acak pasar tradisional di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta menunjukkan masih adanya penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat dengan kondisi pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Dikatakan Pejabat Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Budi Nur Rokhmah, pihaknya melakukan rapid test kepada 461 orang selama dua hari yakni Selasa dan Rabu (23-24/06/2020), terdiri dari pedagang di pasar tradisional, 1 komisioner Bawaslu, dan sembilan pengawas kecamatan dan desa.

Dari jumlah tersebut, 12 pedagang dan satu komisioner Bawaslu yang reaktif terhadap rapid test Covid-19.

“Ketiga belas orang yang reaktif tersebut selanjutnya telah dibawa ke RS Lapangan Khusus Covid-19 di Bambanglipuro, untuk menjalani isolasi selama 14 hari dan tes swab,” katanya, Kamis (25/06/2020).

Budi mengatakan rapid test terhadap pengawas adalah permintaan dari Bawaslu Bantul. “Karena mereka punya mobilitas tinggi dan banyak berinteraksi dengan banyak orang,” ucap Budi.

Sedang satu komisioner Bawaslu Bantul yang reaktif tersebut menjalani rapid test di Pasar Bantul.

Sementara di Kota Yogya, Ketua Harian Gugus Tugas Kota Yogya, Heroe Poerwadi menyebutkan dari 161 pedagang yang diambil sampelnya tiga orang dinyatakan reaktif. Satu orang hasil swab-nya negatif, sementara satu orang lagi masih menunggu. Satu pedagang lainnya warga Magelang, dan langsung dikirimkan ke Dinkes Magelang.

Selanjutnya dari rapid test acak yang dilakukan di mal-mal, dari 474 sampel, empat orang dinyatakan reaktif.

"Dari empat tersebut dua orang merupakan warga Kota Yogya dan dua orang lainnya warga Sleman, saat ini masih menunggu hasil swab," jelasnya.

Terkait dengan klaster pedangang ikan, Heroe menyatakan sudah 65 pedagang ikan dari tiga pasar yang menjual ikan di Kota Yogya yakni, Pasar Kranggan, Pasar Demangan, dan Pasar Beringharjo menjalani rapid test, dan hasilnya dua orang dinyatakan reaktif, satu orang merupakan warga Sleman diserahkan ke Pemkab Sleman.

Sedang kasus pekerja proyek yang dinyatakan positif, berdasar tracing yang dilakukan Dinkes Kota Yogya, diketahui adik dari pasien positif tersebut juga dinyatakan positif berdasar tes swab.

Dikatakan Heroe, pekerja proyek tersebut termasuk sehat dan tanpa gejala, namun setelah melakukan rapid test mandiri ternyata reaktif.

“Dan saat tes swab, hasilnya positif, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala mengidap virus Covid-19, termasuk adiknya dan saat ini setidaknya 5 orang yang positif Covid-19 tanpa gejala, dirawat di RS rujukan, ” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hukuman Berat bagi Pembakar Lahan, Kabareskrim Siap Tuntaskan Kasus Karhutla

Seluruh lapisan masyarakat diminta mematuhi hukum agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Vox Point Gelar FGD Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Dari segi mutu, pendidikan di Indonesia masih jauh dari konsep bangsa yang cerdas

NASIONAL | 25 Juni 2020

Kemag Ingin Kenaikan Anggaran Menjadi Rp 70,5 Triliun

"Kami mengajukan usulan penyesuaian dan tambahan anggaran sebesar Rp 3,8 triliun, sehingga anggaran Kementerian Agama akan menjadi Rp 70,51 triliun," kata Fachr

NASIONAL | 25 Juni 2020

Komisi VI Pertanyakan Tunggakan Utang Pemerintah Rp 45 Triliun ke PLN

Utang itu merupakan kompensasi tarif selama dua tahun karena tidak ada kenaikan listrik. Pada 2018 mencapai Rp 23,17 triliun, dan pada 2019 Rp 22,25 triliun.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Survei SMRC: Mayoritas Setuju Kebijakan Transisi Menuju Normal Baru

Sebanyak 80 persen setuju dengan pemerintah yang memulai kebijakan transisi menuju kehidupan normal baru, walaupun kasus penularan Covid-19 belum menurun.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Tjahjo: Penerapan Manajemen Talenta ASN Dinilai Penting

Pemerintah kini harus mengembangkan sistem kerja yang fleksibel. ASN bisa bekerja paruh waktu, pilihan waktu, dan tempat.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Birokrasi Kelas Dunia Sulit Terwujud Tanpa ASN Unggul

"Pada 2024 pemerintah ingin birokrasi kelas dunia, tapi itu tidak akan terwujud kalau ASN tidak unggul, tidak cerdas, punya inovasi, dan lain-lain."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Aturan Pelaksanaan Normal Baru Harus Jelas dan Terpadu

"Transisi normal baru saat pandemi, yang terpenting adalah pencegahan Covid-19 yaitu protokol kesehatan harus diperkuat."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data Ilmiah dan Pakar

“Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy, tanpa melihat data tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Tanpa Surat Lolos Sensor, KPI Pertanyakan Alasan Gandeng Netfix

"Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait standar tersebut yaitu sensitivitas terkait isu SARA, muatan kekerasan, dan batasan tampilan seksualitas."

NASIONAL | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS