Rapid Test di Pasar, 12 Pedagang Bantul, 9 Kota Yogya Reaktif

Rapid Test di Pasar, 12 Pedagang Bantul, 9 Kota Yogya Reaktif
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara)
Fuska Sani Evani / JAS Kamis, 25 Juni 2020 | 16:33 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Rapid test acak pasar tradisional di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta menunjukkan masih adanya penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat dengan kondisi pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Dikatakan Pejabat Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Budi Nur Rokhmah, pihaknya melakukan rapid test kepada 461 orang selama dua hari yakni Selasa dan Rabu (23-24/06/2020), terdiri dari pedagang di pasar tradisional, 1 komisioner Bawaslu, dan sembilan pengawas kecamatan dan desa.

Dari jumlah tersebut, 12 pedagang dan satu komisioner Bawaslu yang reaktif terhadap rapid test Covid-19.

“Ketiga belas orang yang reaktif tersebut selanjutnya telah dibawa ke RS Lapangan Khusus Covid-19 di Bambanglipuro, untuk menjalani isolasi selama 14 hari dan tes swab,” katanya, Kamis (25/06/2020).

Budi mengatakan rapid test terhadap pengawas adalah permintaan dari Bawaslu Bantul. “Karena mereka punya mobilitas tinggi dan banyak berinteraksi dengan banyak orang,” ucap Budi.

Sedang satu komisioner Bawaslu Bantul yang reaktif tersebut menjalani rapid test di Pasar Bantul.

Sementara di Kota Yogya, Ketua Harian Gugus Tugas Kota Yogya, Heroe Poerwadi menyebutkan dari 161 pedagang yang diambil sampelnya tiga orang dinyatakan reaktif. Satu orang hasil swab-nya negatif, sementara satu orang lagi masih menunggu. Satu pedagang lainnya warga Magelang, dan langsung dikirimkan ke Dinkes Magelang.

Selanjutnya dari rapid test acak yang dilakukan di mal-mal, dari 474 sampel, empat orang dinyatakan reaktif.

"Dari empat tersebut dua orang merupakan warga Kota Yogya dan dua orang lainnya warga Sleman, saat ini masih menunggu hasil swab," jelasnya.

Terkait dengan klaster pedangang ikan, Heroe menyatakan sudah 65 pedagang ikan dari tiga pasar yang menjual ikan di Kota Yogya yakni, Pasar Kranggan, Pasar Demangan, dan Pasar Beringharjo menjalani rapid test, dan hasilnya dua orang dinyatakan reaktif, satu orang merupakan warga Sleman diserahkan ke Pemkab Sleman.

Sedang kasus pekerja proyek yang dinyatakan positif, berdasar tracing yang dilakukan Dinkes Kota Yogya, diketahui adik dari pasien positif tersebut juga dinyatakan positif berdasar tes swab.

Dikatakan Heroe, pekerja proyek tersebut termasuk sehat dan tanpa gejala, namun setelah melakukan rapid test mandiri ternyata reaktif.

“Dan saat tes swab, hasilnya positif, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala mengidap virus Covid-19, termasuk adiknya dan saat ini setidaknya 5 orang yang positif Covid-19 tanpa gejala, dirawat di RS rujukan, ” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com