Pendisiplinan New Normal, Polri Kedepankan Satpam

Pendisiplinan New Normal, Polri Kedepankan Satpam
Warga menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yg lebih dikenal dengan Car Free Day (CFD) di Jalan Thamrin sampai Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu, 21 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / YUD Senin, 22 Juni 2020 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mengaku belum bisa terlalu tegas melakukan penegakan hukum dan pendisiplinan pada masyarakat yang melanggar protokal kesehatan di era new normal. Khususnya pada mereka yang beraktivitas di tempat umum seperti pasar, mal atau bahkan area olahraga seperti Car Free Day (CFD).

Hal ini dikatakan Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 Komjen Agus Adrianto saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (22/6/2020). Agus sehari-hari juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

“Protokol kesehatannya masih disusun Kementerian Lembaga (untuk pasar, mal, dan CFD). Sesuai arahan Presiden, TNI-Polri memang yang mendapat tugas pendisiplinan. (Kami) tentunya juga mengedepankan pengamanan setempat, satpam,”kata Agus.

Meeki begitu Agus tetap berharap agar mereka yang punya riwayat sakit bawaan atau manula tak ambil risiko dan harus disiplin menerapkan hidup normal dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Sementara yang usia produktif dan tidak memiliki penyakit bawaan bisa hidup produktif. Bisa aman Covid dan mematuhi protokol kesehatan. Andai mereka kena Covid, selama mereka hidup produktif, harapannya mereka tumbuh kekebalan tubuh,” sambungnya.

Jika agak susah mendisiplinkan di pasar dan mal serta tempat umum seperti area olahraga, namun Agus tidak setuju jika ada anggapan area semi tertutup seperti bandara juga longgar.

“Kemhub tentunya sudah menyusun protokol kesehatan untuk penerbangan. Syaratnya kan bagi penumpang ada surat sehat dari dokter atau rapid test,” sambungnya.

Kalau calon penumpang itu tidak sehat maka mereka tidak akan lolos karena suhu tubuh mereka dicek sebelum mereka memasuki pesawat.

Sebelumnya juru bicara untuk penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto dalam siaran pers di kanal YouTube BNPB menyampaikan hasil pantauannya terhadap pelaksanaan CFD di Jakarta.

Menurutnya masih ada masyarakat lupa menjaga jarak. Hal yang sama juga terjadi di bandara, terutama yang mengarah ke Pulau Jawa.



Sumber: BeritaSatu.com