Banjir Terjang Morowali Utara, Ratusan Hektare Sawah Petani Rusak

Banjir Terjang Morowali Utara, Ratusan Hektare Sawah Petani Rusak
Ilustrasi banjir bandang. (Foto: Antara)
John Lorry / JEM Jumat, 19 Juni 2020 | 12:12 WIB

Palu, Beritasatu.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Morowali Utara (Morut) Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan merusak 362 hektare sawah petani.

“Ada sekitar 362 hektare lahan sawah petani di Kecamatan Bungku Utara dan Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morut dilanda banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian Morut, Nadjamudin, Jumat (19/6/2020) pagi.

Dari jumlah itu kata dia, sekitar 30 hektare lahan sawah yang baru lima hari ditanami dan 4,5 hektare padi siap panen juga turut diterjang banjir.

Nadjamudin mengatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendataan kerusakan, namun kerugian akibat banjir itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut dia, kerusakan lahan sawah terbesar terdapat di Kecamatan Bungku Utara yang meliputi delapan desa yakni Desa Kalombang, Tirongan, Tanakuraya, Pokeang, Woomparigi, Tambarobone, Uemasi dan Desa Tikala.

Sedangkan di Kecamata Mamosalato, luapan banjir juga melanda lima desa yakni Desa Tanasumpu, Tananagaya, Girimulya, Momo dan Desa Pandaoke.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan akibat rusaknya lahan pertanian itu, pihaknya berencana menyurat kepada Bulog Divre Sulteng untuk meminta bantuan suplay beras.

Sementara itu, Kepala Seksi penyaluran logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring mengatakan jika banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Morowali Utara itu akibat luapan air sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan sejak dua hari terakhir.

“Banjir terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sejak Rabu (17/6/2020) sehingga membuat sungai meluap dan merendam lahan pertanian dan rumah warga,” ujar Andi.

Masyarakat di wilayah itu diimbau untuk tetap waspada bila terjadi banjir susulan mengingat curah yang masih berlangsung. 



Sumber: BeritaSatu.com