Waspadai Potensi Banjir Rob di Pesisir Utara dan Selatan Jawa

Waspadai Potensi Banjir Rob di Pesisir Utara dan Selatan Jawa
Pekerja tengah melakukan perbaikan tanggul jebol yang menggenangi kawasan permukiman elit di Pluit, Jakarta Utara. Banjir rob ini sudah diprediksi oleh BMKG yakni musim air pasang di sejumlah sisi Utara Pantai Pulau Jawa yang menyebabkan permukaan air laut semakin tinggi, Minggu (7/6/2020). (Foto: Istimewa)
/ HS Kamis, 18 Juni 2020 | 07:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir utara dan sebagian pesisir selatan Pulau Jawa untuk mewaspadai adanya potensi banjir rob pada 19-21 Juni.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana banjir pesisir," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Dia merincikan, banjir akibat pasang air laut tersebut berpotensi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa meliputi utara Jakarta, Pekalongan, Semarang, Demak hingga beberapa wilayah di pantai utara Jawa Timur. Potensi rob juga berpeluang terjadi di sebagian pesisir selatan Pulau Jawa, Pulau Bali hingga Nusa Tenggara.

Sebelumnya pada awal Juni, sejumlah daerah di Pulau Jawa juga terendam akibat banjir rob seperti wilayah pantai utara Jawa termasuk beberapa titik di wilayah Banten.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan Pusat Pengendalian Operasi BNPB memantau fenomena rob di beberapa wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah pada Jumat (5/6), meliputi Kota Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Kendal.

Ketinggian muka air beragam di beberapa wilayah. Di Kabupaten Kebumen, yang berada di pantai selatan Jawa, tinggi muka air akibat rob sekitar 250 centimeter hingga 600 centimeter.



Sumber: ANTARA