UPH Buka Kegiatan di Kampus Berdasarkan Skala Prioritas

UPH Buka Kegiatan di Kampus Berdasarkan Skala Prioritas
VP for Marketing, External Cooperation, and Business Development Universitas Pelita Harapan Stephanie Riady memberikan pidato sambutan saat meresmikan ProActive Zone Co-Op Education UPH, Kampus UPH, Tangerang, Rabu 28 Agustus 2019. ProActive Zone Co-Op Education UPH menjadi sarana memaksimalkan keterampilan kerja para mahasiswa sejak berkuliah. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 12 Juni 2020 | 21:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Executive Director Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, Stephanie Riady mengatakan, Universitas Pelita Harapan (UPH) akan kembali membuka kegiatan kampus di era new normal berdasarkan skala prioritas. Artinya, UPH tidak akan serta merta membuka semua kegiatan kampus secara bersamaan.

Pihaknya akan membagi dalam dua level, yakni untuk kegiatan pembelajaran level tinggi di kampus, sedangkan untuk level bawah tetap secara daring.

“Jadi misalnya kelas-kelas teori yang bisa dilakukan secara daring, kita akan meminta dosen-dosen untuk mengajar secara daring,” ujarnya dalam dialog bertemakan "Tahun Ajaran Baru di Normal Baru" yang diselenggarakan Berita Satu TV, Jumat (12/6/2020).

Adapun kegiatan yang harus dilaksanakan di kampus di antaranya adalah praktik laboratorium, skripsi, dan pembelajaran lainnya yang mendesak. Selanjutnya, Stephanie juga menyebutkan, pembukaan kembali kampus ini dilaksanakan dalam kondisi yang berbeda dengan enam bulan yang lalu.

Sebelum kampus kembali dibuka, pihaknya menggodok konsep new normal pendidikan dengan melakukan konsultasi bersama sejumlah para ahli kesehatan, baik para dosen maupun rumah sakit. Pasalnya, fokus utama adalah menjaga keamanan dan keselamatan mahasiswa.

Mulai dari mempertimbangkan jumlah mahasiswa yang berada di kampus, sirkulasi udara, hingga semua protokol kesehatan lainnya. UPH akan tetap menerapkan PJJ untuk mata kuliah teori yang dapat dimaksimalkan secara daring.

“Jadi kita melaksanakan secara blended learning (campuran, red),” ujarnya.

Stephanie juga menuturkan, selama masa pandemi ini, banyak kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UPH sebagai bentuk bersatu melawan Covid-19 dengan cara masing-masing. Misalnya, di UPH, setiap fakultas berkontribusi sesuai keahlian masing-masing. Mulai dari pembuatan masker yang dilakukan oleh mahasiswa desain grafis hingga mahasiswa jurusan keperawatan yang menjadi relawan pada Maret-April 2020 ketika jumlah pasien Covid-19.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Public Relations Manager Universitas Pembangunan Jaya, Hadijah Suhana. Ia menuturkan, protokol kesehatan di kampus telah dijalankan sejak ada pandemi. Meski mahasiswa kuliah dari rumah, kampus tetap dibersihkan sesuai protokol kesehatan. Maka, dengan kembali dibukanya kampus, pihaknya akan menambah protokol kesehatan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Rektor Universitas Media Nusantara (UMN), Ninok Leksono menuturkan, untuk mencegah penularan baru di kampus, pihaknya membentuk gugus tugas kampus untuk merumuskan pengamanan selama kampus kembali dibuka di era new normal. Hal sama juga disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Paramadina, Fatchiah E Kertamuda. Pihaknya mempersiapkan protokol kesehatan kampus mulai dari pintu gerbang hingga interaksi antara mahasiswa.



Sumber: BeritaSatu.com