Bawaslu Siap Jalankan Fungsi Pengawasan Pilkada

Bawaslu Siap Jalankan Fungsi Pengawasan Pilkada
Ketua Bawaslu Abhan (kanan) dan anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Foto: Beritasatu TV)
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 11 Juni 2020 | 19:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) siap menjalankan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Bawaslu berharap penyelenggara dan pengawas pilkada diberi perlindungan kesehatan.

“Bagi penyelenggara pemilu di daerah butuh perlindungan kesehatan, jadi tidak hanya pemilih saja tetapi juga petugas wajib dilindungi, termasuk petugas Bawaslu dan KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, Kamis (11/6/2020).

Fritz menyatakan setiap petugas diwajibkan mengggunakan masker atau sarung tangan. “Mereka yang melakukan verifikasi pemilih harus pakai masker dan ikuti protokol kesehatan. Setidaknya harus ada hand sanitizer dan masker. Detailnya masih dalam pembahasan,” ujar Fritz.

Terkait anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), menurut Fritz, Bawaslu tetap optimis fungsi pengawasan berjalan optimal. Selama beberapa hari terakhir, koordinasi terus dilakukan kendati secara virtual.

“Tentu kami berharap Bu Ratna segera dinyatakan sembuh kembali. Selama ini kami terus melakukan koordinasi secara digital. Sebenarnya, pilkada ini yang sibuk di daerah-daerah, Bawaslu sebagai penanggungjawab akhir,” kata Fritz.

Fritz pun menyebut, “Kita terus berkoordinasi dengan para pihak, termasuk dengan segenap jajaran, KPU, DPR, Kementerian Dalam Negeri serta DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Bawaslu yakin Pilkada Serentak 9 Desember 2020 bisa sukses dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.”

Sementara itu akademisi dari Universitas Brawijaya Bambang Suprioyono mengatakan kinerja Bawaslu memang dituntut lebih cermat dan ekstra hati-hati di tengah pandemi Covid-19. Kecermatan dipandang penting, karena esensi pengawasan dilakukan sebelum pilkada berlangsung.

Selain itu saat pilkada sedang berjalan hingga akhir. Kinerja pengawasan, lanjut Bambang, sudah sepatutnya memenuhi protokol kesehatan. Berikutnya, Bawaslu perlu ekstra hati-hati. Sebab semua komponen penyelenggara pemilu harus berusaha untuk menjamin kondisi fisik tetap sehat dan terbebas dari Covid-19.

“Hingga saat ini pengatasan wabah masih berlangsung. Karena itu ada baiknya untuk diperhatikan dengan seksama terutama menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk fasilitas pendukungnya, tentu hal ini membutuhkan dukungan pendanaan,” ucap Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com