Batal Naik Haji, 58 Jemaah Proses Pengembalian Setoran Pelunasan

Batal Naik Haji, 58 Jemaah Proses Pengembalian Setoran Pelunasan
Sejumlah jemaah calon haji kloter pertama Embarkasi Aceh melambaikan tangan sebelum naik ke pesawat udara di Bandara internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (20/7/2019). Pemberangkatan jemaah calon haji dari Provinsi Aceh yang terbagi dalam 12 kloter akan berakhir pada 4 Agustus mendatang. (Foto: ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)
Maria Fatima Bona / EAS Selasa, 9 Juni 2020 | 21:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agama (Kemag) memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M pada 2 Juni 2020. Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin mengatakan, sudah ada 58 jemaah reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan biaya hajinya.

"Sepekan pembatalan keberangkatan, ada 58 jemaah haji reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan. Jumlah ini yang akan kami proses dan ajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk ditindaklanjuti sesuai alur yang sudah ditetapkan," ujar Muhajirin dalam siaran pers diterima Suara Pembaruan, Selasa (9/6/2020).

Menurut Muhajirin, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M, memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

Jemaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota, dengan menyertakan beberapa persyaratan.

Pertama, bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih.

Kedua, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji (perlihatkan aslinya). Ketiga, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) asli. Keempat, nomor telepon yang bisa dihubungi.

Pengajuan tersebut akan diproses di Kankemenag Kab/Kota, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, BPKH, baru proses transfer oleh bank penerima setoran ke rekening jemaah.

"Seluruh tahapan ini diperkirakan berlangsung sembilan hari dengan dua hari di Kankemenag Kab/Kota, tiga hari di Ditjen PHU, dua hari di BPKH, dan dua hari proses transfer dari BPS ke rekening jemaah,” jelas Muhajirin.

Selanjutnya, Kasubdit Pendaftaran Haji Ahmad Khanif menambahkan, 58 jemaah haji reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan berasal dari 14 provinsi, yaitu Sumatera Utara (6), Riau (6), Bengkulu (2), Lampung (2), DKI Jakarta (1), Jawa Barat (4), Jawa Tengah (6), DI Yogyakarta (5), Jawa Timur (15), NTB (1), Kalimantan Tengah (2), Sulawesi Utara (1), Sulawesi Tenggara (1), dan Kepulauan Riau (6).

Jemaah ini mendaftar melalui enam BPS, yaitu Bank Riau (5), Bank Muamalat Indonesia (5), BNI Syariah (4), BRI Syariah (10), Bank Syariah Mandiri (33), dan Bank Mega Syariah (1).



Sumber: BeritaSatu.com