Pedagang Ikan Pasar Babadan, Semarang Jadi Target Rapid Test Covid-19

Pedagang Ikan Pasar Babadan, Semarang Jadi Target Rapid Test Covid-19
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / Aji Styawan)
Stefi Thenu / JEM Jumat, 5 Juni 2020 | 12:01 WIB

Ungaran, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, Jateng memilih para pedagang ikan disasar untuk jadi target utama rapid test.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Semarang, Hasti Wulandari, saat rapid test di Pasar Babadan, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (4/6/2020) menuturkan, hal itu menyusul ditemukannya kasus positif corona dari klaster Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong Kota Semarang baru-baru ini.

"Tindak lanjut karena banyak klaster pasar yang dari hasil rapid dan swab positif corona, termasuk pasar Kobong Kota Semarang," ujar Hasti.

Dijelaskan, Dinkes Kabupaten Semarang melakukan tracing klaster Pasar Kobong sampai di puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang.

Teknisnya, petugas puskesmas di masing-masing wilayah di Kabupaten Semarang melakukan jemput bola kepada pedagang pasar, termasuk pedagang ikan untuk dilakukan rapid test.

"Karena bisa jadi pedagang itu mengambil ikan dari pasar Kobong dan dijual di sini. Ada yang dari sini ambil dari tengkulak, dijual di luar wilayah," papar Hasti.

Dari total 405 sampel rapid test periode kemarin, menurutnya sebanyak 10 persen sampel itu reaktif. Selanjutnya mereka yang reaktif dilakukan tes swab untuk menentukan apakah positif atau negatif corona.

"Ada sekitar 40 sampel yang reaktif periode kemarin. Jika ada yang reaktif kami laporkan ke masing-masing puskesmas. Ada hasil 2 positif minggu kemarin dari hasil itu," tambahnya.

Selain di Pasar Babadan, rapid test juga dilakukan antara lain di Pasar Karangjati, Harjosari, Bringin, Projo, Kembangsari, dan Suruh. Kuota rapid test itu di masing-masing pasar antara 40 sampai 50 sampel.

Hasil rapid test pedagang di pasar Babadan Kabupaten Semarang, dari 40 sampel semuanya nonreaktif.

Saat ini, Dinkes Kabupaten Semarang masih menunggu 31 sampel hasil tes swab yang sebelumnya sudah dikirim ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga untuk dilakukan tes PCR.

Pengujian ini untuk mengetahui apakah orang tersebut terinfeksi virus corona atau tidak.

Sampel swab tes itu diantaranya berasal dari hasil rapid test reaktif yang ditemukan di Ungaran Barat, Jambu, Kaliwungu, Suruh, Getasan, Gedangan Tuntang, dan klaster Pasar Kobong Semarang.

Selain itu juga ada dua hasil reaktif dari dua pelaku perjalanan dari Jawa Barat dan Jakarta yang saat ini diisolasi di rumah singgah di Ambarawa.

"Sebagian ada yang sudah, dan sebagian ada yang prosesnya belum selesai," ujarnya.

Lurah Pasar Babadan, Gatot Suwiknyo, menjelaskan, pedagang di pasar Babadan mencapai 1.001 pedagang.

Jumlah itu ditambah dengan 140 pedagang pasar pagi Babadan dan 15 PKL kuliner malam.

Terkait antisipasi pedagang dan pengunjung Pasar Babadan, menurut Gatot sesuai instruksi Pemkab Semarang di antaranya pemasangan tempat cuci tangan, masker, juga pemasangan pamflet terkait aturan yang harus dipatuhi pedagang.



Sumber: BeritaSatu.com