LSPR Siapkan Lima Protokol New Normal

LSPR Siapkan Lima Protokol New Normal
Salah satu bentuk penerapan protokol kesehatan di kampus LSPR. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 3 Juni 2020 | 23:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan menerapkan tatanan normal baru atau new normal dalam waktu dekat, langsung direspon London School Public Relations (LSPR) Communication & Business Institute dengan mempersiapkan sejumlah protokol belajar-mengajar.

Baca Juga: New Normal, UGM Tetap Terapkan Pembelajaran Daring

Pertimbangan utama dalam protokol ini adalah keamanan kesehatan dan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Demikian juga para staf, karyawan dan dosen yang bekerja mendukung dan terlibat dalam proses belajar mengajar tersebut.

Founder dan CEO LSPR Communication & Business Institute, Prita Kemal Gani, mengatakan, LSPR sudah mempersiapkan protokol belajar-mengajar sejak sebelum PSBB diberlakukan pada 20 Maret 2020.

"Kami sudah menyiapkan dan melakukan pelatihan terkait hal ini. Sebab, LSPR memiliki 5.000 mahasiswa, 325 staf, dan 260 orang pengajar. Tidak mudah untuk membuat semua orang tiba-tiba berubah. Oleh karena itu, kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan hal ini sejak awal Maret 2020. Pada saat work from home, kami juga harus berpikir kreatif untuk merancang strategi dalam menghadapi pandemi ini," kata Prita dalam keterangan persnya, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Dampak Corona, 63 Kampus Terapkan Pembelajaran Daring

Beruntung, lanjut Prita, LSPR sudah memiliki pengalaman dengan e-learning. Lantaran, LSPR sudah memiliki program pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak lima tahun lalu. "Jadi, kami sudah punya learning management system, e-learning strategy, memiliki ratusan modul yang sudah dibuat dalam bentuk online, dan sebagainya. Dengan demikian, bagi LSPR, e-learning memang bukan hal yang baru. Hanya tinggal kami modifikasi saja,” ungkapnya.

Adapun lima strategi yang telah dilakukan LSPR dalam menghadapi tatanan normal baru atau new normal, yaitu mempersiapkan online learning atau e-learning, mempersiapkan rule selama mengikuti kelas online, mempersiapkan student hotline service, mempersiapkan kelas offline dengan protokol yang ketat, serta mempersiapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

Prita menegaskan, rule dan protokol new normal tesebut sudah jauh-jauh hari disosialisasikan kepada mahasiswa, dosen, dan staf. Kampanye dan sosialisasi telah dilakukan melalui media sosial seperti Youtube dan Instagram, hingga website resmi kampus.

Baca Juga: Kemdikbud Masih Tunggu Gugus Tugas Covid-19 

"Bahkan, kami juga punya Tim Gugus Covid-19, yang kami sudah persiapkan betul untuk menangani mereka yang terpapar Covid-19," tandas Prita.



Sumber: BeritaSatu.com