Yunus Sani Diduga Dibunuh dan Dimutilasi Kelompok Separatis Bersenjata

Yunus Sani Diduga Dibunuh dan Dimutilasi Kelompok Separatis Bersenjata
Warga memadati TKP tewasnya Yunus Sani (40 tahun), petani yang diduga dibunuh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Intan Jaya, Papua, akhir pekan lalu. (Foto: Suara Pembaruan / Istimewa)
Robert Vanwi Isidorus / YS Senin, 1 Juni 2020 | 07:32 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Baru sepekan berlalu seusai penyerangan petugas medis di Intan Jaya, di mana salah satu di antaranya tewas, kini, Kelompok Separatis Bersenjata atau OPM kembali menebar teror terhadap warga sipil.

Salah satunya, Yunus Sani (40 tahun), warga asli Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya. Yunus menjadi korban kekejian kelompok separatis Jumat (29/5/2020) lalu. Korban yang berprofesi sebagai petani kebun ditembak hingga tewas. Tidak hanya itu, tubuhnya bahkan dimutilasi

Dari rilis yang diterima SP dari Pendam XVII Cenderawasih, Senin (1/6/2020) pagi menyebutkan, kabar penembakan diperoleh dari salah seorang Pastor Gereja Mbegulo, Niko Wakey.

Niko menjelaskan, insiden penembakan bermula ketika dirinya sedang mengantar anaknya dari Enarotali, ibukota Kabupaten Paniai. Saat hendak kembali ke Kampung Mbegulo, di tengah perjalanan tepatnya di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda, Niko Wakey melihat KKSB atau OPM turun dari Kampung Magataga dan akan menghampiri dirinya.

"Saat menghampiri saya, KKSB atau OPM menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani," ungkap Niko.

Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Niko Wakey menghampiri jasad korban Yunus Sani yang telah dibungkus dengan karung.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, kelompok separatis seakan menebar virus untuk mencabut nyawa saudaranya sendiri, sesama orang asli Papua

"Ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua," tegas kapendam.

Sepekan lalu, kelompok separatis juga menyerang dua petugas medis, Ale Melik Bogau yang merupakan Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya. Mereka diserang saat membawa obat-obatan untuk warga.



Sumber: Suara Pembaruan