KKP: Penumpang Pesawat Jalani 3 Pemeriksaan

KKP: Penumpang Pesawat Jalani 3 Pemeriksaan
Petugas memeriksa kesehatan, kelengkapan surat dan alasan berpergian calon penumpang sebagai bagian dari prosedur yang harus dipenuhi penumpang pesawat yang akan terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Defrizal Mohammad)
Dina Manafe / JAS Kamis, 21 Mei 2020 | 16:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberlakukan aturan bagi calon penumpang pesawat komersial pada masa pembatasan sosial  berskala besar (PSBB). Salah satunya adalah memberlakukan tiga pemeriksaan terhadap penumpang sejak dari pintu masuk.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta, Anas Ma’ruf mengatakan, pembatasan penerbangan sudah dibatasi sesuai Permenhub 25 Tahun 2020. Penerbangan hanya dikhususkan bagi calon penumpang dengan keperluan perjalanan dinas, pengusaha dan warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang ke Tanah Air dari luar negeri atau repatriasi.

“Dalam hal ini tentunya kriteria penumpang tersebut harus memiliki syarat sebelum naik pesawat,” kata Anas dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (21/5/2010).

Untuk implementasinya di lapangan, menurut Anas, KKP memberlakukan tiga pemeriksaan atau check point bagi calon penumpang sebagai syarat sebelum naik ke pesawat.

Syarat yang pertama adalah calon penumpang akan diperiksa temperatur suhu dan saturasi oksigen oleh tim Gugus Tugas di pintu pemeriksaan pertama. Apabila yang bersangkutan diketahui memiliki suhu tubuh 38 celsius atau lebih, maka petugas akan membawanya ke ruang isolasi.

Pemeriksaan yang lain adalah kelengkapan dokumen kesehatan dan perjalanan yang lain seperti surat keterangan sehat yang disertai hasil rapid test. Dokumen kesehatan ini penting untuk menjamin perjalanan seluruh penumpang dan kru kabin dalam keadaan sehat dan tidak membawa virus atau penyakit lainnya.

“Beberapa kasus yang kami temukan adalah dokumen kesehatan tidak valid. Misal punya surat kesehatan, tapi tidak membawa surat (hasil) rapid test,” kata Anas.

Anas menganjurkan hasil rapid test dilakukan maksimal pada 7 hingga 10 hari sebelum perjalanan. Apabila lebih dari itu, maka rapid test sebagai syarat dokumen kesehatan sebelum perjalanan tidak akan diterima.

Syarat ketiga yang harus ditunjukkan kepada tim Gugus Tugas adalah penumpang wajib memiliki surat tugas dari dinas atau perusahaan yang bersangkutan, kartu pengenal seperti KTP, SIM, paspor atau kartu keluarga, dan tiket maskapai.

“Setelah melalui check point pertama, penumpang akan diterbitkan surat izin kesehatan dan boleh melanjutkan pemeriksaan selanjutnya sesuai protokol bandara dan maskapai penerbangan,” kata Anas.

Dari beberapa rangkaian pemeriksaan tersebut, Anas menganjurkan calon penumpang untuk datang ke bandara tiga jam sebelum terbang. Jika syaratnya lengkap maka proses pemeriksaan ini lebih cepat dilakukan.

Anas juga mengimbau seluruh calon penumpang pesawat agar memenuhi aturan protokol kesehatan selama di bandara dan diharapkan dapat memiliki syarat yang ditentukan sebelum naik pesawat.

Selain itu, lampiran dokumen kesehatan dan dokumen perjalanan juga menjadi syarat utama bagi calon penumpang pesawat untuk membeli tiket hanya melalui kantor resmi yang ditunjuk maskapai. Sementara ini pemesanan online tidak dibuka dan tidak dianjurkan membeli melalui daring maupun aplikasi travel lainnya.

Selain menerapkan pemeriksaan dokumen calon penumpang pesawat, KKP juga memberlakukan protokol kesehatan. Di antaranya menjamin kebersihan lingkungan dan sterilisasi fasilitas bandara dengan cairan disinfektan, mengatur jarak aman di tiap kursi ruang tunggu pesawat dan memberlakukan jarak aman di dalam kabin pesawat pada masing-masing maskapai. Untuk jaga jarak, jarak kursi di pesawat akan dikurangi 50 persen.

“Selain tempat duduk diatur, protokol di dalam pesawat juga harus diikuti. Pesawat kita awasi, sanitasi pesawat kita awasi, kru pesawat juga. Dia harus juga menunjukkan sehat (dibuktikan dengan surat keterangan sehat),” kata Anas. 



Sumber: BeritaSatu.com