Bawang Merah dan Gula Relatif Langka di Yogyakarta

Bawang Merah dan Gula Relatif Langka di Yogyakarta
Ilustrasi gula pasir. (Foto: Antara / Fauzan)
Fuska Sani Evani / FER Rabu, 20 Mei 2020 | 19:40 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Harga gula pasir di Yogyakarta kembali naik dalam satu minggu terakhir dan relatif langka, sehingga pemerintah provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan langkah pembatasan pembelian gula pasir di tingkat pasaran.

Baca Juga: Stabilkan Harga Gula, Kebon Agung Operasi Pasar di 5 Kota

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Aris Rianta membenarkan, rata-rata harga gula pasir di tingkat konsumen mencapai Rp 20.000 per kilogram (kg) bahkan lebih. Hal ini dipicu stok gula di DIY yang tersedia untuk saat ini, hanya 7.286 kilogram.

"Berdasar data pembelian per minggu yang mencapai 11.234 kilogram, telah terjadi kekurangan pasokan sebesar 3.948 kilogram per minggu. Stok gula yang ada saat ini hanya sampai empat hingga lima hari ke depan,” kata Aris di Yogyakarta, Rabu (20/5/2020).

Aris mengatakan, selain belum musim giling tebu, langkanya pasokan gula tersebut juga disebabkan proses izin impor dari pemerintah pusat yang mengalami keterlambatan.

Berdasar data Disperindag, surat izin impor gula pasir baru keluar pada Maret lalu, akibatnya proses pendistribusian terlambat. Dengan demikian, diperkirakan, baru Juni mendatang, pasokan gula pasir impor sampai ke DIY.

Baca Juga: Tekan Harga Gula, Bulog Jateng Gelar Operasi Pasar

Sementara, pabrik Gula Madukismo yang berada di Bantul, mampu memproduksi gula tebu hingga 30 ton dalam satu kali masa giling. Namun karena gula Madukismo juga didistribusikan ke Jawa Tengah maka DIY tetap membutuhkan tambahan dari impor.

Saat ini, harga gula pasir di tingkat pengecer jauh dari harga Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 hingga Rp 13.000, dan sebagai upaya penganggulangan kelangkaan gula pasir, Pemprov DIY telah mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian gula di tingkat konsumen, yakni maksimal dua kilogram.

Selain gula pasir, ketersediaan bawang merah di DIY juga mulai langka dan harga di tingkat pasaran mulai naik. Saat ini, Disperindag DIY mendata stok bawang merah 1.438 kilogram, dan harga ditingkat konsumen mencapai Rp 40.000 per kilogram. Sementara harga acuan Rp 32.000 per kilogram.



Sumber: BeritaSatu.com