Polda Papua: Penyerang Pos Polisi di Paniai Anak Anggota KKB

Polda Papua: Penyerang Pos Polisi di Paniai Anak Anggota KKB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal. (Foto: Antara / Evarukdijati)
Farouk Arnaz / JAS Senin, 18 Mei 2020 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Papua masih menyelidiki motif dibalik penyerangan Pos Polisi 99 Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua. Polda tengah menyelidiki apakah ini terkait dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau motif lain.

Apalagi setelah muncul klaim dari sayap militer OPM bernama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bila mereka berada di balik penyerangan berdarah itu.

Serangan itu menurut klaim mereka dilakukan pasukan Anton Tabuni di bawah komando Lekagak Telenggen sebagai balasan setelah kelompok mereka digempur habis oleh TNI-Polri di Tembagapura April lalu.

Saat itu tujuh orang anggota kelompok ini ditembak mati dan seorang ditangkap hidup-hidup. Mereka diyakini berada di balik penembakan karyawan PT Freeport Indonesia di area Kuala Kencana pada 30 Maret 2020.

Apa klaim KKB itu hanya propanda? Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi Beritasatu.com Senin (18/5/2020) mengatakan jika penyelidikan masih berlangsung.

“Salah satu pelaku memang anak anggota KKB. Orang tuanya meninggal sudah lama tetapi perilakunya sejak lama tak mencurigakan. Dia tetangga pos, sangat baik, saling kenal, dan sering gabung dengan anggota kita di pospol (pos polisi),” jawab Ahmad.

Pelaku bahkan sering berkunjung ke rumah yang ditempati para anggota Polri tak jauh dari pospol. Maka sedang didalami apakah ada motif sentimen pribadi atau memang dia dimanfaatkan KKB.

“Misalnya diancam atau apa dia memang sudah gabung demgan KKB? Kapolda dan Pangdam tadi pagi terbang ke TKP dan mengecek anggota kita yang jadi korban di RSD Nabire,” sambung Ahmad. Motif baru jelas jika pelaku berhasil ditangkap.

Seperti diberitakan penyerangan pos polisi itu terjadi pada Jumat (15/5/2020) malam. Ada empat anggota yang seharusnya ada di sana. Namun Bripda Ganda, Briptu Irvan, dan Bripda Aldi sedang rapat bertemu warga.

Saat itulah pelaku menyerang Briptu Kristian Paliling yang kini terluka parah dan dirawat di RS Nabire. Empat pucuk senjata dirampas pelaku dan hilang yakni jenis AK47 dan SS1 V1.



Sumber: BeritaSatu.com