Sidang Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Para Terdakwa Kenakan APD

Sidang Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Para Terdakwa Kenakan APD
Tiga terdakwa kasus pembunuhan hakim Jamaluddin memakai APD saat dihadirkan dalam persidangan. (Foto: Suara Pembaruan / Arnold H Sianturi)
Arnold H Sianturi / LES Jumat, 15 Mei 2020 | 15:03 WIB

Medan, Beritasatu.com - Tiga terdakwa kasus pembunuhan hakim Jamaluddin akhirnya dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (15/5/2020).

Kasus pembunuhan hakim Jamaluddin ini didalangi oleh istrinya, Zuraidah Hanum (41) dengan melibatkan dua kaka beradik sebagai eksekutor, Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29), pada 29 November 2019 lalu.

Dalam proses persidangan dengan agenda pemeriksaan dan mendengarkan keterangan saksi ahli ini, ketiga terdakwa dihadirkan dengan mengenakan baju hazmat, penutup wajah dan sarung tangan.

Ketiganya dihadirkan dalam persidangan dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) mengingat penyebaran virus corona (Covid-19) masih berlangsung. Sebelumnya, proses persidangan melalui teleconfrence.

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin ini dipimpin oleh Ketua majelis Erintuah Damanik dengan jaksa penuntut, salah satunya adalah Parada Situmorang.

Dalam persidangan lewat teleconfrence sebelumnya, hakim juga sudah mendengarkan keterangan sejumlah warga asal Kutalimbaru, Rini Siregar orangtua Jefri dan Reza, security, anak hakim Jamaluddin dari istri, Keny Akbari Jamal dan Rajif Fandi Jamal.

"Majelis memang sudah memerintahkan penuntut umum untuk melakukan koordinasi untuk menghadirkan ketiga terdakwa. Karena dalam situasi pandemi Covid-19, ketiga terdakwa kami hadirkan di sidang dengan APD lengkap," kata jaksa Parada Sitomorang.

Dalam persidangan sebelumnya, Zuraidah Hanum, dalang pembunuhan terhadap Jamaluddin, menyampaikan bahwa suaminya sudah mengkhianati pernikahan dengan sering berselingkuh. Bahkan, Jamaluddin juga masih melakukan itu saat Zuraidah masih mengandung anaknya.

"Bukan hanya sekali, dia terus berselingkuh dengan berjejer perempuan, dari pertama pernikahan saya dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan," ujar Zuraidah.

Zuraidah juga mengaku telah mengadukan dengan keluarganya, dengan kakak kandungnya tapi mereka tidak berdaya untuk menyelesaikan masalah itu. Sehingga, dia meminta Jefri untuk menghabisi suaminya.

 



Sumber: BeritaSatu.com