Polri Diharapkan Jaga Kamtibmas Secara Humanis Selama PSBB Covid-19

Polri Diharapkan Jaga Kamtibmas Secara Humanis Selama PSBB Covid-19
Polisi menutup Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sabtu (28/3/2020)untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 10 April 2020 | 10:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun anggaran Polri mengalami pengurangan, Ketua Komisi III DPR Herman Herry berharap agar jajaran kepolisian dapat efektif menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat wilayah DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 10 April 2020.

Polri mengalami pengurangan anggaran selepas dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020.

"Berdasarkan Perpres tersebut, anggaran Polri berkurang sekitar Rp 8 triliun. Saya berharap Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Idham Aziz bisa melakukan penyesuaian agar fungsi Polri dalam menjamin keamanan dan ketertian masyarakat tidak terganggu akibat pemotongan anggaran tersebut," kata Herman kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur tersebut, kepolisian mesti mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat pandemi Covid-19, termasuk dalam kondisi penerapan PSBB di DKI. Sebagai penyelenggara kamtibmas, lanjut Herman, Polri memiliki fungsi yang strategis untuk memastikan PSBB berjalan dengan baik.

Seperti diketahui, DKI secara resmi akan menerapkan PSBB mulai 10 April hingga 23 April 2020. Kepastian penerapan ini didapat setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui pengajuan dari Gubernur DKI Anies Baswedan.

Herman juga meminta ada kejelasan detil mengenai pelaksanaan tugas aparat kepolisian dalam kondisi PSBB. Herman menyebut hal ini penting guna menghindari kesalahpahaman di lapangan. "Selain detail tugas dan wewenang, harus dipastikan juga masyarakat sudah mendapatkan informasi yang benar," ucap Herman.

Herman juga menyampaikan agar aparat kepolisian mengedepankan tindakan humanis dan persuasif dalam penerapan PSBB di DKI. "Rakyat sedang susah. Psikologis masyarakat, bukan hanya di Jakarta, sedang tertekan oleh penyebaran virus Corona. Oleh sebab itu, aparat yang bertugas di lapangan harus mengedepankan langkah persuasif dan humanis," ucap Herman.

Herman pun menyebut, "Ketegasan harus ditunjukkan sebagai bukti nyata kehadiran negara, tetapi prinsip profesional, modern, dan terpercaya juga mesti dipertahankan. Untuk pelaksanaan tugas di lapangan, saya meminta pimpinan dan para pejabat di Polri supaya betul-betul memonitor secara berjenjang operasional petugas di lapangan, termasuk ketersediaan APD (alat pelindung diri) dan kecukupan logistik."

Di sisi lain, Herman juga mengingatkan bahwa penerapan PSBB ini juga membutuhkan partisipasi masyarakat. "Saya berharap agar warga masyarakat juga sama-sama memperhatikan isi Permenkes terkait PSBB dan bersama-sama mematuhi serta melaksanakan kebijakan PSBB," kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.



Sumber: BeritaSatu.com