Jokowi Tak Mau Terburu-buru Putuskan PSBB di Daerah

Jokowi Tak Mau Terburu-buru Putuskan PSBB di Daerah
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 9 April 2020 | 17:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di suatu daerah.

Karena itu, setiap usulan PSBB dari kepala daerah yang diajukan ke pemerintah pusat, akan dipertimbangkan secara hati-hati dan tidak boleh tergesa-gesa diputuskan.

"Saya kira kita semuanya dalam kondisi seperti ini, jangan sampai mengambil keputusan itu salah. Semuanya harus hati-hati dan tidak grusa grusu," kata Jokowi saat menggelar konferensi pers melalui teleconference dari Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Hal ini disampaikan Jokowi untuk menepis pandangan yang menyatakan pengambilan keputusan PSBB oleh pemerintah terkesan berbelit-belit dan terlalu birokratis.

Pengambilan keputusan PSBB di suatu daerah tidak bisa tergesa-gesa, dikarenakan penerapan status tersebut tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Karena setiap wilayah memiliki keragaman masing-masing yang harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan PSBB, harus melihat kondisi di daerah yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dengan melihat jumlah kasus positif virus corona di daerah tersebut.

"Bahwa pelaksanaan PSBB ini tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Melainkan kita ingin melihat kondisi masing-masing daerah dan PSBB ini ditetapkan oleh Menkes," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, Presiden mengungkapkan dalam memutuskan penerapan status PSBB, berkaitan dengan peliburan sekolah, penutupan kantor, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan umum.

Selain itu, penerapan PSBB di daerah harus mempertimbangkan sejumlah hal baik dari jumlah kasus kematian serta pertimbangan lainnya.

"Ini harus melihat yaitu jumlah kasus yang ada, jumlah kematian di setiap baik kabupaten/kota maupun provinsi. Tentu saja didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, dukungan sumber daya, pertimbangan ekonomi, sosial, budaya dan keamanan. ini penting," terang Jokowi.

Melihat semua pertimbangan tersebut, sekali lagi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan pemerintah tidak ingin memutuskan secara tergesa-gesa terkait PSBB. Keputusan penerapan PSBB diperhitungkan dengan jernih dan kalkulasi dengan rinci dan mendalam.

"Kami tidak ingin memutuskan ini secara grusa grusu, cepat tetapi tidak tepat. Saya kira lebih baik kita memutuskan ini dengan perhitungan, dengan kejernihan dan kalkulasi yang detail dan mendalam," tegas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com