Tambah 337, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 3.293

Tambah 337, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 3.293
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus Covid-19 dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (28/3/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay)
Jaja Suteja / JAS Kamis, 9 April 2020 | 15:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan data dari 8 April 2020 sampai 9 April 2020 pukul 12.00 WIB, didapat penambahan kasus positif virus corona sebanyak 337 orang. Dengan ini maka total kasus positif Covid-19 di Indonesia per Kamis (9/4/2020) menjadi 3.293.

Selain itu juga ada penambahan 30 pasien sembuh sehingga total pasien sembuh sampai saat ini ada 252 orang. Untuk jumlah kematian orang dengan positif corona bertambah 40 sehingga total sudah 280 pasien meninggal.

Dalam konferensi pers tersebut, Achmad Yurianto, kembali menegaskan soal kunci memutus rantai penularan Covid-16 di antaranya yakni memakai masker, tetap diam di rumah, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan.

Achmad Yurianto juga kembali mengungkapkan imbauan untuk memakai masker terutama saat berada di luar rumah. Bagi masyarakat bisa bisa memakai masker kain karena masker bedah dan masker N95 dikhususkan untuk petugas medis.

"Seluruh masyarakat harus disiplin menggunakan masker terutama pada saat beraktivitas di luar rumah. Secara mandiri, kita mampu membuat masker-masker kain, masker bedah, masker N-95 diperuntukkan bagi petugas kesehatan. Oleh karena itu kita cukup pakai masker kain yang bisa buat sendiri. Mari sama-sama menghentikan wabah ini dengan cara di rumah saja," tambah Yurianto.

Menurutnya, bertambahnya kasus positif corona terjadi karena penularan akibat perjalanan yang dilakukan. Dia pun menyatakan jawaban terbaik untuk mencegah penularan ini adalah tetap berada di rumah.

"Ini membuktikan masih terjadi penularan di luar. Masih ada kasus positif dengan tanpa gejala, masih ada masyarakat yang rentan tertular karena tidak mencuci tangan. Mari disiplin menjaga kebersihan, menjaga jarak dan patuhi imbauan untuk tidak pulang kampung," ujar Yurianto dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

"Cara terbaik untuk mencegah penularan ini adalah tetap berada di rumah dan tidak bepergian," papar Achmad Yurianto.

Selain itu harus menjaga jarak saat melakukan komunikasi atau ketika berada di luar rumah. "Jagalah jarak agar aman dari penularan minimal 1,5 meter atau 2 meter. Ini untuk mencegah penularan melalui droplet atau cairan yang keluar ketika kita batuk atau bersin," ungkapnya lagi.

Dikatakannya, banyak sekali penularan tidak langsung lewat perantara tangan. Untuk itu dia mengimbau untuk membiasakan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir setidak-tidaknya 20 detik, karena penularan tidak langsung melalui tangan kerap terjadi.



Sumber: BeritaSatu.com