Kasus Covid-19 di DIY Capai 35 Orang, 6 Sembuh

Kasus Covid-19 di DIY Capai 35 Orang, 6 Sembuh
Tim Polda DIY melakukan penyemprotan disinfektan ke semua titik kumpul warga termasuk jalanan Malioboro dan titik nol, juga pintu-pintu pusat pertokoan di Yogyakarta. (Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / LES Senin, 6 April 2020 | 07:29 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pasien positif Covid-19 di wilayah DI Yogyakarta (DIY) hingga Minggu (5/4/2020) malam mencapai 35 orang, enam di antaranya dinyatakan sembuh, dan empat orang pasien positif corona meninggal dunia.

Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, pasien covid-19 di DIY dinyatakan sembuh bertambah 3 orang, atau total menjadi 6 orang.

Penambahan kasus positif, (kasus DIY 36), laki-laki 18 tahun warga Gunungkidul yang baru pulang studi di Jakarta, dan laporan kematian pasien positif pada hari Minggu kemarin adalah pasien (kasus DIY 14) laki-laki umur 71 tahun warga Bantul. Sedangkan satu orang warga Kulonprogo, perempuan usia 88 tahun meninggal namun belum sempat uji swab.

Pasien sembuh, yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul, Zuhandi, bayi umur 4 bulan warga Kulonprogo dan laki-laki pekerja migran 55 tahun, warga Ponjong Gunungkidul.

Kajari Bantul sebelumnya dinyatakan positif, dan menjalani perawatan medis di RSUD Panembahan Senopati. Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, berdasarkan laporan per 4 April 2020, pukul 16.30 WIB, PDP yang sedang menjalani perawatan inap di Bantul berjumlah 23 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) 5 orang. Pasien terkonfirmasi positif ada 6 orang. Sedangkan satu pasien dinyatakan sembuh 1 orang. "Hasil lab terakhir Kajari Bantul sudah negatif dua kali," katanya.

Sri Wahyu mengatakan, di Kabupaten Bantul baru satu pasien yang dinyatakan sembuh. "Pasien yang lain masih dalam perawatan," ujar dia.

Sementara itu bayi umur 4 bulan yang sebelumnya dinyatakan positif corona saat ini statusnya sudah dinyatakan negatif.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami membenarkan, dari Laporan Hasil Uji dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Yogya, bayi empat bulan tersebut sudah dinyatakan negatif. "Dari hasil uji laporan dari BBTKL hasilnya negatif dua Kali," katanya.

Namun, bayi tersebut masih menjalani observasi kondisi secara keseluruhan dan belum diperbolehkan pulang. Bayi tersebut, diketahui telah dirawat di RSUD Wates sejak pertengahan Maret 2020 setelah mengalami gejala yang merujuk kepada Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com