Covid-19, Polri Antisipasi Rusuh dan Penjarahan

Covid-19, Polri Antisipasi Rusuh dan Penjarahan
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) dan jajarannya bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Faoruk Arnaz / MPA Minggu, 5 April 2020 | 10:37 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Bareskrim Polri mengantisipasi sejumlah kejahatan yang diprediksi terjadi selama masa pencegahan penyebaran Covid-19. Baik kejahatan saat mudik atau street crime hingga kerusuhan dan penjarahan.

Hal ini tertuang dalam surat nomor ST/1098/IV/HUK.7.1./2020 yang diteken Kabareskim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (4/3). Surat itu ditujukan kepada pelaksana fungsi reserse kriminal (Reskrim).

“Terkait pembatasan sosial berskala besar dengan pengertian pembatasan giat tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang terduga terinfeksi Covid-19 antisipsi sejumlah hal,” tulis Sigit.

Hal lain yang diantisipasi adalah munculnya penolakan dan perlawanan pada petugas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit.

Lalu mereka yang nekat menghambat kemudahan akses sebagaimana penanggulangan bencana hingga orang yang tidak mematuhi penyelengaraan karantina kesehatan dan atau menghalangi tentang karantina kesehatan.

“Lakukan identifikasi dan pemetaan serta penilaian dalam rangka perolehan gambaran pelaku kejahatan yang memanfaatkan wabah Covid-19,” sambung Sigit.

Juga koordinasi dengan pemda maupun perusahaan untuk memasang CCTV di lokasi yang rawan terjadinya kejahatan atau penjarahan. Lakukan juga kampanye perang terhadap street crime untuk dapat dukungan dan perhatian masyarakat.

Antisipasi modus operandi kejahatan terhadap orang yang berpura-pura menjadi petugas disinfektan

“Antisipasi adanya penolakan pemakaman korban COVID-19. Aktifkan koordinasi ring serse di jajaran. Sasar street crime kemudian pungli, kemudian premanisme,” sambungnya.

Penyidik diminta dinamis dan adaptif dalam antisipasi metamorfosis ancaman dan kejahatan yang semakin kompleks di Indonesia seperti media sosial yang timbulkan dampak negatif terhadap kinerja Polri dengan konten hoax dan hate speech



Sumber: BeritaSatu.com