Minta Wapres Dorong Rapid Test Covid-19 Hingga 2 Juta, Ini Alasan Ridwan Kamil

Minta Wapres Dorong Rapid Test  Covid-19 Hingga 2 Juta, Ini Alasan Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Minggu, 22 Maret 2020, mengecek kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi menjadi tempat rapid test massal penyebaran virus Covid-19, pada pekan depan. (Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Jumat, 3 April 2020 | 17:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin agar segera membuat kebijakan memperbanyak tes cepat (rapid test) Covid-19 hingga 2 juta. Sebab hanya dengan rapid test-lah bisa diketahui sejauh mana penyebaran virus tersebut di tengah masyarakat, sekaligus bisa diambil pencegahan.

Hal itu terungkap dalam telekonferensi diantara Ridwan Kami dengan Wapres Ma'ruf Amin yang berada di rumah dinasnya di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Ridwan mengaku pihaknya bisa melakukan rapid test dengan peralatan tes sebanyak 50.000 yang didapatkan dari sumbangan sebuah yayasan swasta dan dari Kementerian Kesehatan.

Dari 15.000 yang sudah digunakan, diketahui 677 terduga positif Covid-19, dengan kluster terbesar di sekolah Kepolisian di Sukabumi serta di Gereja Bethel di Kota Bandung.

"Kesimpulannya, semakin banyak mengetes, semakin kita tahu virus ini beredar di mana saja. Kami meyakini sebenarnya hari ini sudah berlipat-lipat. Tetapi karena kecepatan tes tak seperti diharapkan, datanya sedikit. Padahal sebenarnya bisa berlipat," kata Ridwan Kamil.

"Kami tak yakin dengan angka di provinsi lain yang masih kecil. Itu mungkin karena mereka belum bikin rapid test besar-besaran. Kalau mereka lakukan, pasti ditemukan," tambahnya.

Namun problemnya, lanjut Ridwan, adalah alat tes yang belum memadai. Maka itu dia mendorong Wapres Ma'ruf Amin agar segera mengarahkan kebijakan memperbanyak alat tes cepat yang keakuratannya tinggi.

Sebagai pembanding, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Korea Selatan berpenduduk sekitar 51 juta orang. Dari negeri itu sudah melakukan tes sebanyak lebih dari 300.000

"Tanpa rapid test, saya tak bisa menemukan kluster di Sukabumi dan kluster Gereja Bethel di Bandung," kata Ridwan.

"Kalau hitungan saya, Indonesia minimal harusnya melakukan tes hingga 2 juta. Mudah-mudahan ini bisa segera menjadi perhatian," pungkasnya.

Sementara menyangkut kesiapan rumah sakit di Jawa Barat, Ridwan Kamil melaporkan bahwa kapasitas maksimal rumah sakit adalah 1.227 tempat tidur. Pihaknya memprediksi dalam hitungan beberapa hari ke depan, kapasitas itu akan penuh.

"Kalau sudah melewati 1,200-an bed ini, maka kami harus mulai menggunakan gedung negara dan hotel yang sudah disiapkan, dan fasilitas TNI," ujarnya.

"Kami sudah siapkan skenario. Kami prediksi dalam hitungan hari kami akan habis kapasitas RS, sehingga harus ambil rencana tahap III menghidupkan gedung nonkesehatan sampai 5.000 bed," urai Gubernur Jabar.



Sumber: BeritaSatu.com