Tengok Cucu di Mojokerto, Warga Jakarta Meninggal Diduga Covid-19

Tengok Cucu di Mojokerto, Warga Jakarta Meninggal Diduga Covid-19
Petugas mempersiapkan evakuasi pasien dengan gejala virus corona atau Covid-19. ( Foto: ANTARA )
Aries Sudiono / JAS Rabu, 1 April 2020 | 22:03 WIB

Mojokerto, Beritasatu.com - Seorang pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid1-19) asal Jakarta meninggal dunia di Kota Mojokerto ketika ia menjenguk cucunya di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pasien berinisial HS, laki-laki berusia 57 tahun tersebut merupakan warga Jakarta yang datang ke Mojokerto pada Sabtu (28/3/2020) malam dan kemudian meninggal, Selasa (31/3/2020).

Almarhum yang mengaku sakit flu dan sesak napas itu sempat dilarikan ke RS swasta di kawasan Gatoel, Kota Mojokerto. Dia sempat mendapatkan penanganan medis dengan prediksi mengidap panyakit tipes dan flu. Karena almarhum datang dari daerah pandemi Covid-19, maka rencananya dirawat di ruang isolasi RS swasta tersebut.

Namun hanya selang beberapa saat, pasien yang dikategorikan PDP itu meninggal dunia. Atas petunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto yang sudah bersepakat dengan Dinkes Kabupaten Mojokerto, jenazah almarhum ditangani sesuai dengan protokol Covid-19 dan dini hari itu pula dimakamkan di Pemakaman Tionghoa di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Ambulans RS swasta tempat pasien tersebut sempat dirawat membawa jenazah pasien itu ke Pemakaman Tinghoa yang ada di jalur arteri nasional. Sementara sejumlah tim medis tampak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat mengantar jenazah hingga proses pemakaman.

“Itu bukan warga sini, aslinya dari Jakarta. Orang tersebut datang ke Mojokerto ingin ketemu cucunya yang ada di sini. Dia datang ke Mojokerto sejak 3 hari lalu, sudah sakit flu kemudian dibawa ke RS. Dinyatakan kena tipes dan flu dan dini hari meninggal,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, Rabu (1/4/2020).

Lurah Magersari, Supartoyo juga membenarkan terkait kabar tersebut. "Itu besannya warga Jakarta yang sambang cucunya di sini," ujarnya. Ia membenarkan, pasien yang meninggal dunia di RS swasta Kota Mojokerto tersebut berstatus PDP Covid-19.

Komandan Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Mojokerto, Harlistyati yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan, bahwa jumlah PDP Covid-19 di Kota Mojokerto ada lima orang dan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 126 orang. Dengan rincian Kelurahan Magersari, jumlah PDP sebanyak satu orang dan ODP sebanyak tiga orang. 



Sumber: BeritaSatu.com