Kemenhub Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Pekerja Sektor Informal

Kemenhub Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Pekerja Sektor Informal
Pembagian nasi bungkus oleh Ditjen Hubdat bagi pengemudi ojek online. (Foto: dok)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 1 April 2020 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membagikan ratusan nasi bungkus bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol) maupun tukang kopi keliling di tengah pandemi corona (Covid-19).

Terlepas dari situasi corona yang terjadi, para pekerja sektor informal tetap harus mencari nafkah di luar rumah. Dengan minimnya kegiatan bepergian (seperti perkantoran atau bersekolah) di kalangan masyarakat, pendapatan mereka pun merosot tajam.

Menanggapi hal ini, Kemenhub melalui Ditjen Hubdat memberikan bantuan sosial senilai Rp 150 juta berupa pemberian makan siang bagi para pekerja. Tak hanya itu, makan siang tersebut dibeli dari para pengusaha warung nasi yang turut terkena imbas corona.

"Ini merupakan bentuk keprihatinan pemerintah dengan mewabahnya Covid-19 yang berdampak pada melemahnya ekonomi. Sedangkan, para pekerja ini harus tetap bekerja di luar untuk mencari nafkah," ujar Direktur Jenderal Hubdat Budi Setiyadi pada keterangan pers, Rabu (1/4/2020).

Ia berharap, agar warga yang masih harus bekerja di luar rumah untuk mengutamakan kesehatan. Di antaranya adalah dengan penerapan physical distancing atau pembatasan jarak fisik dan penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus ini.

"Saya berharap semua pihak dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan langkah kecil seperti isolasi diri apabila sedang sakit. Untuk yang sehat, tetap jaga kesehatan dengan pola hidup sehat," tutup Dirjen Budi.

Dimulai sejak Selasa (31/3/2020), pembagian makan siang ini telah dilakukan di sekitar Kantor Pusat Kemenhub dan wilayah Danau Tondano, Bendungan Hilir. Masing-masing lokasi mendapatkan sekitar 200 nasi bungkus.

Adapun bantuan sosial ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan di sejumlah wilayah di Jakarta.



Sumber: PR