Khofifah: Pasien Corona Sembuh, Kabar Baik bagi Jatim

Khofifah: Pasien Corona Sembuh, Kabar Baik bagi Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Sabtu (21/3/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Teguh L Rahmadi)
Aries Sudiono / FER Rabu, 1 April 2020 | 16:01 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pihaknya mulai mendapat kabar baik karena jumlah pasien corona yang berhasil sembuh terus bertambah. Data terbaru dari Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menyatakan, ada 17 orang yang berhasil sembuh total dan bisa dipulangkan ke rumahnya.

Baca Juga: Cegah Corona, Jaga Pintu Masuk Desa dari Pendatang

"Kita mendapatkan kabar menggembirakan, seorang warga dari Surabaya berusia 76 tahun dinyatakan sembuh. Ini kabar baik. Sebab, di sisi lain jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim sampai hari ini juga tetap 420 orang,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/4/2020).

Menurut Khofifah, kesembuhan pasien positif Covid-19 dan munculnya tanda-tanda stagnannya PDP diharapkan sebagai awal indikasi bahwa proses layanan medik bagi pasien positif Covid-19 dilakukan dengan baik.

Baca Juga: Pasien Positif Corona di Jatim Tembus 77 Orang

Terkait rapid test yang telah dibagikan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan di Jatim, sebanyak 2.020 orang telah menjalaninya. Hasilnya, 49 orang terdeteksi positif. Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta tim untuk segera melakukan swab test dan PCR.

“Karena untuk mendapatkan hasil yang presisinya tinggi harus melalui PCR. Yang terdeteksi positif melalui rapid test tidak bisa dijadikan patokan bahwa mereka sudah pasti positif. Untuk mendapatkan hasil presisi, mereka akan di-swab untuk PCR,” katanya.

Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim, dokter Joni Wahyuadi menambahkan, sejauh ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim terekam paling cepat penambahannya. Sebaliknya untuk PDP justru relatif melambat.

"Ini berita baik sebetulnya, karena ODP ini rasio dari teman-teman tracing (pelacakan) untuk mendeteksi orang-orang yang memiliki gejala flu like syndrome sudah mulai terdeteksi. Penentuan PDP dan yang terkonfirmasi ini cenderung melambat. Ini moga-moga suatu tanda bahwa sudah ada muncul herd immunity atau imunitas dari kita semuanya untuk melawan Covid-19. Mudah-mudahan cepat selesai Covid-19 ini,” kata Joni Wahyudi.

Catatan redaksi:
Judul dan beberapa bagian berita telah kami koreksi karena ada kesalahan yang dibuat oleh reporter di lapangan. Kami mohon maaf atas kesalahan tersebut. 



Sumber: BeritaSatu.com