PN Medan Gelar Sidang Online Pembunuhan Hakim Jamaluddin

PN Medan Gelar Sidang Online Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Polda Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka atas kasus dugaan pembunuhan berencana seorang hakim PN Medan tersebut dan satu dari tiga tersangka itu merupakan istri korban yang menjadi otak pembunuhan dengan motif karena permasalahan rumah tangga. (Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Arnold H Sianturi / FMB Selasa, 31 Maret 2020 | 17:42 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pengadilan Negeri (PN) Medan akhirnya menggelar sidang pembunuhan hakim Jamaluddin berbasis online (teleconference), yang didalangi istrinya, Zuraidah Hanum dan dua eksekutor, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.

Persidangan online yang digelar secara perdana oleh pengadilan ini di Ruang Cakra 2 PN Medan. Sidang ini digelar secara online untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, yang sudah mewabah di Indonesia, termasuk di Medan.

Dalam persidangan itu dipimpin hakim Erintuah Damanik dengan tim jaksa, Parada Situmorang. Saat persidangan, hakim dan jaksa menghadap ke layar, sedangkan terdakwa mengikuti persidangan dengan berada di Rutan Tanjung Gusta.

Proses persidangan menjadi perhatian karena selain pertama kali dilakukan dalam persidangan namun terdakwa Zuraidah Hanum mengaku kurang mendengar apa yang disampaikan selama persidangan. Namun, pihak rutan langsung mengatasinya. 

Jaksa Parada Situmorang selaku ketua tim penuntutan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dalam dakwannya menyampaikan, pembunuhan hakim Jamaluddin yang didalangi istrinya karena sakit hati dan menimbulkan dendam.

Zuraidah Hanum selaku dalang pembunuhan terhadap Jamaluddin disebutkan merencanakan pembunuhan suaminya yang sudah mengkhianati pernikahan dengan sering selingkuh.

Zuraidah kemudian berkenalan dengan Jefri Pratama. Perkenalan mereka semakin intens dan akhirnya merencanakan pembunuhan hakim Jamaluddin. Salah satu lokasi pertemuan dalam membahas pembunuhan itu dilakukan di Warung Every Day Jalan Riangroad Medan.

Saat itu, Jefri Pratama membawa Reza Fahlevi, yang juga selaku eksekutor pembunuhan Jamaluddin. Ketika itu, Zuraidah mengaku sudah mengadukan perbuatan Jamaluddin kepada keluarga suaminya itu. Namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Setelah dari Warung Every Day, rencana pembunuhan juga dibahas di warung lontong milik keluarga Reza dan Jefri di Jalan Setia Budi, Medan Selayang.

Seperti diberitakan, Zuraidah, Jefri dan Reza telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin. Motifnya diduga sakit hati dan cinta segitiga. Istri korban, Zuraidah diduga menyuruh selingkuhannya, Jefri, dibantu saudaranya Reza menghabisi hakim PN Medan itu.

Ketiga tersangka diduga telah melakukan pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e. Mereka terancam hukuman mati.



Sumber: BeritaSatu.com