Pandemi Corona, IDI Minta Bali Dikarantina

Pandemi Corona, IDI Minta Bali Dikarantina
389 Orang Dirawat di Wisma Atlet, 79 Positif Corona (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
I Nyoman Mardika / JEM Minggu, 29 Maret 2020 | 18:48 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Penyebaran virus corona di Bali terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bali, jumlah pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) terus bertambah. Hingga Mnggu (29/3/2020), kasus positif corona mencapai 10 kasus sementara PDP bertambah lagi 7 orang sehingga seluruhnya menjadi 121 orang PDP Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr I Gede Putra Suteja mengatakan, untuk menangani wabah ini agar cepat selesai, perlu dilakukan karantina wilayah. Selain itu juga perlu dilakukan pemetaan sebaran Covid-19 melalui orang dalam pemantauan (ODP) dan PDP.

Sutedja menyampaikan, karantina wilayah perlu dilaksanakan dengan batasan-batasan. “Pemerintah provinsi sebenarnya sudah mengeluarkan edaran-edaran untuk menghindari keluar masuk suatu wilayah. Jika masyarakat disiplin tidak keluar masuk,  saya kira kita bisa bebas dari corona ini akan lebih cepat,” ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Selain itu masing-masing wilayah juga perlu membuat peta penyebaran ODP dan PDP. Misalnya di suatu desa harus sudah mempunyai data warganya yang berstatus ODP dan PDP. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun dirawat mandiri di rumah.

Sementara itu, Wali kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dengan tegas melarang warganya agar tak pulang kampung. Larangan ini diberlakukan hingga kondisi benar-benar pulih dan kembali seperti semula. Hal ini perlu diperhatikan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas, karena dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi antar suatu daerah atau wilayah akan memperluas dan mempercepat penyebaran Covid 19.

Apalagi semua orang bisa sebagai carrier, membawa virus atau terkena virus di suatu daerah. "Keberhasilan dalam memutus mata rantai virus corona diperlukan disiplin dan kerja sama dengan semua, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tapi perlu peran serta dan kedisilpinan masyarakat dalam mengikuti arahan dan himbauan," kata Rai Mantra, Minggu (29/3/2020) di Denpasar.

Dibatasi
Ditambahkan, beberapa kebijakan telah diambil pemerintah Kota Denpasar dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 seperti menerapkan sistem belajar dari rumah bagi siswa, bekerja dari rumah bagi pegawai, membatasi jam operasional pusat pusat perbelanjaan seperti mall, pasar sampai pukul 21.00 serta menutup sementara obyek obyek wisata dan tempat hiburan.

"Ini kami lakukan adalah untuk membatasi mobilitas manusia, disamping langkah langkah pencegahan yang sudah dilakukan seperti penyemprotan disinfektan, menyiapkan pelayanan dan belanja secara online dan penerapan physical distancing," kata Rai Mantra.

Selebihnya dia meminta bagi warga masyarakat yang baru datang bepergian dari luar daerah maupun luar negeri yang sudah terjangkit Covid-19, agar memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat serta melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari.

Karena menurut Rai Mantra, beberapa pasien positif Covid-19 ternyata mempunyai riwayat datang dari daerah atau negara terpapar virus tersebut. Sehingga Rai Mantra meminta masyarakat agar mengurangi ke luar rumah kalau tidak penting.
Ia juga menambahkan, permintaan untuk tidak pulang kampung sementara waktu in juga dikarenakan trend penyebaran virus corona semakin meningkat.

"Kita tidak tahu siapa yang menbawa virus atau tidak, untuk alasan keselamatan bersama dan memutus rantai penyebaran virus corona, maka imbauan ini kembali kami tegaskan agar masyarakat tidak pulang kampung untuk sementara hingga kondisi kembali normal," katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com