Wali Kota Tasikmalaya Berlakukan Karantina Wilayah Mulai 31 Maret 2020

Wali Kota Tasikmalaya Berlakukan Karantina Wilayah Mulai 31 Maret 2020
Begini Alur Penanganan Pasien Virus Corona (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Adi Marsiela / JEM Minggu, 29 Maret 2020 | 18:33 WIB

Tasikmalaya, Beritasatu.com - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman menyatakan perlunya pemberlakuan karantina wilayah di Kota Tasikmalaya mulai Selasa, 31 Maret 2020 mendatang. Kebijakan ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

Keputusan ini diambil usai Budi selaku pimpinan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya menggelar rapat dengan unsur pimpinan daerah di Hotel Santika, Tasikmalaya, Sabtu, 28 Maret 2020. “Kita meminimalisasi daripada yang mudik atau yang pulang kampung karena banyak sekali pabrik tutup di Jabodetabek,” kata Budi dalam rekaman yang diperoleh dari tim hubungan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Teknis karantina wilayah itu, ungkap Budi dengan melarang angkutan umum dari daerah-daerah yang sudah terpapar Covid-19 masuk ke Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga akan mendirikan posko-posko pemantauan di setiap perbatasan seperti dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Budi mengungkapkan kebijakan ini terkait perkembangan penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meluas. “Yang jadi kewenangan kita salah satunya adalah meminimalisasi daripada penyebaran virus corona, salah satunya adalah kita melaksanakan karantina wilayah,” ujar Budi sembari menambahkan tindakan ini untuk meminimalisir penularan virus corona pada warga Tasikmalaya.

Salah satu respon terkait keputusan karantina wilayah itu adalah surat dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Aay Zaini Dahlan kepada PT Kereta Api Indonesia. Dalam surat yang membahas operasional kereta api, Aay meminta perjalanan kereta api tidak berhenti di stasiun yang memasuki wilayah Kota Tasikmalaya terhitung sejak 29 Maret 2020 pukul 00:00 WIB.

Dalam surat yang ditandatangani pada Sabtu, 28 Maret 2020 itu, Aay menyatakan upaya itu sebagai bentuk pembatasan mobilitas penduduk yang akan masuk dan keluar wilayah Kota Tasikmalaya.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat hingga akhir pekan ini sudah ada lima warganya yang teridentifikasi positif COVID-19. “Yang meninggal satu PDP (pasien dalam pengawasan),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Zainal Kholis.

Sementara pasien dalam pengawasan jumlahnya mencapai 11 orang. “Empat orang sudah selesai, empat masih dalam pengawasan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Dokter Soekardjo dan sisanya naik jadi (pasien) terkonfirmasi,” imbuh Cecep sembari menambahkan orang dalam pemantauan di kotanya tercatat ada 271 orang.

Terkait permohonan kepada PT Kereta Api Indonesia agar kereta yang beroperasi tidak berhenti di Stasiun Tasikmalaya, Manajer Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi 2 Bandung Noxy Citrea mengatakan, pihaknya membatalkan sembilan perjalanan kereta api mulai 29 Maret 2020. Pembatalan terkait dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona. “Kereta yang biasa berhenti normal di Stasiun Tasikmalaya, sekarang berjalan langsung guna mendukung kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya,” kata Noxy.

Perjalanan kereta api yang dibatalkan itu, antara lain Kereta Api Turangga relasi Bandung-Surabaya Gubeng, Mutiara Selatan relasi Bandung-Malang, Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya, Malabar relasi Bandung-Malang, Pangandaran relasi Bandung-Banjar, Pasundan relasi Kiaracondong-Tasikmalaya.

Sementara empat kereta api yang beroperasi namun tidak akan berhenti di Stasiun Tasikmalaya adalah Kereta Api Kahuripan, Kutojaya Selatan, Serayu Pagi, dan Serayu Malam.

“Masyarakat yang sudah membeli tiket bisa melakukan pembatalan dan mendapatkan pengembalian secara penuh. Bisa pakai aplikasi KAI Access atau datang langsung ke loket,” kata Noxy.  



Sumber: BeritaSatu.com