Cegah Virus Corona, Malang Terapkan Lockdown di Sejumlah Perumahan

Cegah Virus Corona, Malang Terapkan Lockdown di Sejumlah Perumahan
Sejumlah kawasan perumahan penduduk di Kota Malang, Jatim menerapkan pembatasan akses (lockdown atau karantina wilayah) untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Ist)
Aries Sudiono / FMB Minggu, 29 Maret 2020 | 15:33 WIB

Malang, Beritasatu.com - Sejumlah kawasan perumahan penduduk di Kota Malang, Jatim menerapkan pembatasan akses (lockdown atau karantina wilayah) untuk mencegah penyebaran virus corona. Upaya yang dilakukan dengan memberlakukan satu pintu sebagai akses keluar masuk warga itu untuk tahap pertama diberlakukan di 10 kompleks permukiman. Di antaranya (Perumahan) Permata Jingga, Citra Garden, Araya, Green Orchid, Ijen Nirwana, dan Perumahan Istana Gajayana.

“Pembatasan ini seperti penerapan lockdown namun hanya penghuni di wilayah tersebut saja yang bisa keluar masuk permukiman mereka. Itupun dengan pengawalan ketat, seperti penyemprotan disinfektan, pengukuran suhu tubuh dan pemberian antiseptik,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji ketika meninjau kompleks Perumahan Permata Jingga di Kecamatan Lowokwaru, Minggu pagi (29/3/2020).

“Benar, ada 10 perumahan yang menerapkan one guide system, jadi keluar masuk kendaraan hanya lewat satu pintu masuk dan keluar,” ujar Kapolresta Malang, Kombes Pol Leonardus Simarmata yang ikut mendampingi Wali Kota Sutiaji.

Nantinya di kawasan tersebut, di luar penghuni perumahan tidak diperbolehkan masuk. Bila ada seseorang kurir yang mengantarkan paket barang atau makanan telah disiapkan seseorang dari perumahan yang ditunjuk untuk mengantarkan sampai rumah tujuan.

“Tugas utamanya menghubungkan orang yang datang baik barang, makanan, dan lain-lain itu melalui kurir. Jadi tidak akan ada orang luar tanpa kita ketahui latar belakangnya, bisa keluar masuk,” tandas Simarmata yang dibenarkan Wali Kota Malang Sutiaji. 

Di Jember
Penyemprotan disinfektan cair secara besar-besaran dilakukan di kawasan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jatim, Sabtu (28/3/2020). Hal ini dilakukan menyusul adanya seorang warga Jember yang dinyatakan positif Covid-19 sepulang dari Hong Kong. Penyemprotan tak hanya dilakukan di jalan raya menggunakan mobil water cannon milik Brimob, namun juga dari rumah ke rumah oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember.

Kadiskominfo Jember, Gatot Triyono yang dihubungi, Minggu sore membenarkan, pasien positif Covid-19 itu sudah menjalani perawatan medis dan diisolasi di RSU dr Soebandi Jember. Sebelumnya, pasien memeriksakan diri ke Puskesmas Mangli dan kemudian dirujuk ke RSU Jember. Dari hasil tes laboratorium di Surabaya, diketahui jika pasien tersebut positif Covid-19. Selain satu pasien positif corona, di Jember terdapat sembilan PDP dan 140 ODP.

Sementara itu Kadinkes Jember, Dyah Kusworini Indriaswati menambahkan, bahwa selain dilakukan penyemprotan massal, masing-masing lingkungan warga juga diimbau melakukan penyemprotan mandiri di lingkungan masing-masing. Warga sendiri juga menyatakan khawatir pascaditemukannya seorang warga Kaliwates terpapar virus corona yang belum diketahui vaksinnya itu. 



Sumber: BeritaSatu.com