PDIP Siapkan Infrastruktur Jelang Pilkada di DIY

PDIP Siapkan Infrastruktur Jelang Pilkada di DIY
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuanngan Hasto Kristiyanto memberikan arahan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP DI Yogyakarta di Yogyakarta, Minggu, 8 Maret 2020. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Minggu, 8 Maret 2020 | 13:58 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus mengonsolidasikan kekuatan serta menyiapkan infrastruktur pemenangan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PDIP sudah memetakan para calon kandidat yang akan diusung, membentuk tim pemenangan pra-pemilu, dan menyiapkan saksi-saksi.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memberikan rekomendasi untuk Pilkada Bantul kepada pasangan Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo. Namun, untuk dua daerah lainnya yang menyelenggarakan Pilkada DIY, yaitu Sleman dan Gunungkidul, masih dalam tahap penjaringan.

"Pilkada kami sudah siap, tinggal menunggu rekomendasi Ibuu Megawati Soekarnoputri. Sambil menunggu itu diumumkan, maka seluruh jajaran partai melakukan langkah konsolidasi, membentuk badan saksi pemilu nasional, kemudian saksi-saksi disiapkan, regu penggerak pemilu disiapkan, sehingga semua berjalan simultan," kata Hasto di sela-sela kunjungannya di DIY, Minggu (8/3/2020).

Politikus asal DIY ini meyakini kepercayaan masyarakat terhadap PDIP sangat besar. Hal itu tercermin dari tingginya suara PDIP untuk para kader di parlemen. "Rakyat memberikan kepercayaan, sehingga di DIY ini seluruh ketua DPRD berasal dari PDIP," ujar Hasto.

Untuk kandidat yang diusung di Sleman dan Gunungkidul, Hasto mengatakan pihaknya juga memetakan para sosok. Selain itu, Hasto mengaku terus melakukan komunikasi politik dengan partai lain dan tokoh-tokoh setempat, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Meski demikian, alumnus UGM ini mengusung kader terbaik dari PDIP untuk maju di Pilkada Sleman dan Gunungkidul. Namun, Hasto menilai dinamika politik sangat cair sehingga bisa membuat PDIP membuka peluang untuk unsur lainnya.

"Ketika rakyat menghendaki dan itu berasal dari luar, maka partai akan membangun komunikasi politik. Dan mereka yang digembleng di apartur sipil negara misalnya dengan mereka yang berasal dari budayawan pun terbuka dan perguruan tinggi terbuka," tegas Hasto.

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang turut hadir dalam rakerda menambahkan bahwa konsolidasi ini akan diteruskan.

"Kita akan lanjutkan konsolidasi ini dengan kerja keras dan penuh semangat untuk bergerak berjuang dalam satu tarikan nafas dengan rakyat wujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat dengan semangat gotong rotong," ujar Eko Suwanto.



Sumber: BeritaSatu.com