Erick Thohir Puji Langkah Cepat Telkom dalam Perlindungan Keselamatan Kerja

Erick Thohir Puji Langkah Cepat Telkom dalam Perlindungan Keselamatan Kerja
Erick Thohir (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Jaja Suteja / JAS Selasa, 3 Maret 2020 | 13:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri BUMN Erick Thohir memuji langkah cepat seluruh BUMN termasuk PT Telkom yang telah menerapkan prosedur keselamatan pada seluruh karyawannya. Ini terutama terkait dengan upaya preventif mencegah penyebaran virus corona.

Menurut Erick SOP tentang keselamatan kerja telah dibuat mendetail untuk menjamin terjaganya lingkungan kerja. "Sejumlah langkah preventif dilakukan dari level tertinggi hingga ke level terendah. Di seluruh bidang dan seluruh bagian telah melakukan usaha-usaha proaktif untuk menjamin lingkungan kerja yang sehat," ujar Erick Thohir, Selasa (3/3).

Terkait adanya seorang karyawan Telkom yang meninggal karena sakit karena radang saluran napas, batuk, dan demam, Erick Thohir menyampaikan duka cita yang mendalam.

Dalam suasana duka, Erick meminta kepada seluruh pihak untuk menghentikan segala praduga. Menurutnya pihak Telkom sudah melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi dengan keluarga dan kementerian kesehatan untuk mengetahui penyebab sakitnya sang karyawan.

"Saya sebagai menteri BUMN menyampaikan duka cita pada keluarga yang ditinggalkan. Jangan berspekulasi karena peristiwa ini sendiri sudah ditangani oleh pihak-pihak yang memang punya kompetensi di bidang kesehatan," ujar Erick Thohir.

Langkah cepat dan proaktif Telkom untuk merespons penyebab meninggalnya sang karyawan, kata Erick Thohir, merupakan bentuk simpati dan tanggung jawab moral perusahaan. "Kami mengapresiasi langkah cepat dan empatik yang diambil Telkom," kata Erick.

Sebelumnya Dirut Telkom Ririek Adriansyah mengakui ada salah satu pegawainya yang meninggal karena flu, sesak, dan batuk. Namun kata Ririek yang bersangkutan memang punya riwayat panjang sakit serupa.

"Bahwa benar ada seorang karyawan kami yang meninggal pagi ini (3/3/2020) di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) Cianjur. Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, sejak tahun 2010 yang bersangkutan memiliki keluhan dan sering mengalami radang saluran napas dan batuk pilek," ujar Ririek.

Namun untuk lebih memastikan dugaan penyebab meninggalnya sang karyawan, Telkom telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. "Saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium," kata dia.

Menurut Ririek, sejak merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Telkom secara aktif telah melakukan langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran virus. Salah satu upayanya adalah dengan menyampaikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Selain telah menyosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus corona (Covid-19), kami juga mengimbau untuk senantiasa memantau perkembangan penyebaran melalui media informasi resmi, dan mengaktifkan posko yang melibatkan tenaga medis serta call center yang dapat dihubungi 24 jam," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com