Tiga Konfederasi Aktifkan Kembali Majelis Pekerja Buruh Indonesia

Tiga Konfederasi Aktifkan Kembali Majelis Pekerja Buruh Indonesia
Presiden KSPI Said Iqbal (kedua dari kiri) bersama Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (ketiga dari kiri), dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (keempat dari kiri). (Foto: Beritasatu.com/Thresa Sandra Desfika)
Thresa Sandra Desfika / CAH Sabtu, 29 Februari 2020 | 16:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) sepakat untuk mengaktifkan kembali Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). 

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menjelaskan, MPBI sempat menjadi gerakan buruh terbesar di Asia di mana pada tahun 2012 menggelar aksi bersama jutaan buruh turun ke jalan. Menurut dia, aktifnya kembali MPBI didasari semangat penuh ketulusan, kesadaran, dan kebersamaan buruh.

"Kami menanggalkan ego masing-masing. Bersatu untuk terus memperjuangkan hak-buruh," kata Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Baca JugaOmnibus Law Cipta Kerja, KSPSI Pastikan Tetap Lantang Bela Buruh

Andi Gani menilai, perjuangan MPBI selalu melalui tahapan konsep, lobi, dan aksi. Dengan demikian, hal ini menunjukan kedewasaan gerakan buruh dalam bertindak.

Saat ini pun, kata Andi Gani, pihaknya tengah mempertahankan hak-hak buruh dalam Omnibus Law Cipta Kerja melalui lobi ke sejumlah partai politik di DPR, antara lain Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar. Selanjutnya, lobi akan kepada PDIP, Nasdem, dan lainnya.

"Namun, jika terjadi deadlock di parlemen, dapat dipastikan MPBI akan kembali turun ke jalan. Kita akan melakukan demo terbesar se-Indonesia jika dialog atau diskusi untuk memberikan masukan dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja tidak didengarkan," jelasnya.

Andi Gani menegaskan, gerakan buruh bukan gerakan politik dan bukan juga gerakan yang akan menggoyang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca JugaPemerintah Diminta Libatkan Buruh dalam Penyusunan Omnibus Law

"Saya pastikan ini bukan gerakan politik. Dari tiga konfederasi, ada dua konfederasi yang merupakan loyalis Presiden Jokowi, menjadi pendukung sejak Pilgub 2012. Jadi, sangat tidak mungkin menggangu pemerintahan Presiden Jokowi," ujarnya.

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan, MPBI aktif kembali karena kesepakatan ini juga telah disetujui lebih dari 50 federasi serikat pekerja lainnya. Iqbal mengungkapkan, jika digabung semua, maka MPBI mempunyai anggota lebih dari 10 juta orang di seluruh Indonesia.

Iqbal menyebutkan majelis buruh ini akan menjadi alat perjuangan untuk mengawal dan menolak keras setiap kebijakan yang akan mendegradasi hak-hak pekerja buruh Indonesia yang ada di Omnibus Law Cipta Kerja.

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, KSBSI adalah relawan Presiden Jokowi tapi bukan berarti kebijakan yang tidak proburuh dapat dikompromikan.



Sumber: BeritaSatu.com