Menkumham Harap Rekonsiliasi Peradi Berjalan Mulus

Menkumham Harap Rekonsiliasi Peradi Berjalan Mulus
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly berharap tahapan rekonsiliasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang sudah difasilitasi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dapat berjalan lancar. ( Foto: Beritasatu Photo / Fana Suparman )
Fana Suparman / WBP Sabtu, 29 Februari 2020 | 12:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly berharap tahapan rekonsiliasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang sudah difasilitasi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dapat berjalan lancar. Yasonna mengatakan, perpecahan yang berlangsung lebih dari lima tahun menghambat pertumbuhan advokat Indonesia di kancah internasional.

"Satu hal lagi, lawyer kita harus menguasai persidangan arbritase karena di sinilah uang besar, jangan hanya bertarung tingkat lokal saja. Kami menunggu mimpi Peradi bersatu dan tidak boleh omong kosong belaka," kata Yasonna saat menghadiri Munas III Peradi bertajuk 'Advokat Era Industri 4.0', di Jakarta, Jumat (28/2) malam.

Peradi : Penggunaan Ijazah Palsu Bupati Buton Tengah Tindakan Pidana

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/2/2020), Munas III Peradi tadi malam juga dihadiri Mahfud MD, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan 644 peserta Munas III Peradi.

Permintaan agar Peradi dapat kembali bersatu juga disampaikan Mahfud MD. Menurutnya, negara menderita kerugian jika kalangan advokat terpecah-belah.

Baca Juga: Peradi Versi Juniver Girsang Bakal Gelar Munas III

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Peradi Juniver Girsang mengatakan, Peradi tengah memperkuat barisan advokat dengan menyatukan tiga kubu Peradi yakni kubu dirinya, Fauzi Yusuf Hasibuan dan Luhut Pangaribuan. Hal ini juga sesuai harapan pemerintah yang turut memfasilitasi rekonsiliasi. "Kami (ketiga kubu) sudah menandatangani kesepakatan. Minggu depan akan ada pertemuan pertama membahas teknis rekonsiliasi," kata Juniver Girsang.

Dalam kesempatan itu, Juniver juga mendorong Peradi adaptif terhadap teknologi menyongsong era industri 4.0. Dikatakan, mengikuti kemajuan teknologi bagian dari tuntutan terhadap advokat. Hal ini lantaran proses peradilan berkembang sebagaimana yang telah dilakukan Mahkamah Agung dengan meluncurkan dua layanan berbasis elektronik, yakni elektronic court atau e-court dan elektronic litigasi atau e-litigasi.

"Tema Munas III Peradi tepat dengan tantangan ke depan di tengah era revolusi industri 4.0. Kalau advokat tidak melek teknolonogi maka siap-siap ditinggalkan klien. kita harus siap dengan beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Advokat tidak boleh tidak melek teknologi. Kalau tifak maka gak bakal dilirik oleh klien dan pelayanan peradilan pun semuanyanya sudah mengarah semua berbasis elektronik," kata Juniver Girsang.



Sumber: BeritaSatu.com