Fadjroel: 1.685 Jemaah Umrah Tertahan di Negara Ketiga

Fadjroel: 1.685 Jemaah Umrah Tertahan di Negara Ketiga
Umat muslim memadati area sekitar Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). Suasana di sekitar Masjidil Haram normal dan jamaah masih bisa menjalankan ibadah pasca pengumuman pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara kedatangan warga dari luar negaranya terkait pencegahan penyebaran virus corona. ( Foto: ANTARA FOTO / Arief Chandra )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 28 Februari 2020 | 19:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman, mengatakan, akibat kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk memberhentikan sementara izin umrah, berdampak bagi jemaah haji asal Indonesia.

Baca: Wapres Hormati Keputusan Arab Saudi Soal Umrah

"Jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada 27 Februari 2020 sebanyak 2.393 calon jemaah umrah, berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang diangkut oleh delapan maskapai penerbangan,” kata Fadjroel Rachman, Jumat (28/2/2020).

Di luar itu, tambahnya, tercatat sejumlah 1.685 jemaah yang tertahan di negara ketiga pada saat transit dan saat ini telah dan sedang dalam proses dipulangkan kembali ke tanah air oleh maskapai sesuai kontraknya.

Menurut Fadjroel, pemerintah Indonesia memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penghentian sementara izin masuk guna melaksanakan umrah atau ziarah bagi semua negara dengan pertimbangan kesehatan ummat yang lebih besar, terutama para jemaah umrah dan ziarah.

Situasi penghentian sementara yang sangat mendadak ini adalah keadaan kahaar (force majeur), maka telah disikapi secara khusus oleh semua pihak yang terkait sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Baca: Menag Lakukan 7 Langkah Sikapi Penghentian Umrah

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai sikap PPIU, maskapai penerbangan dan pihak pihak terkait lainnya yang berkenan untuk mengambil langkah-langkah cepat dan tulus mengatasi keadaan tanpa memberikan beban tambahan kepada jemaah,” ujar Fadjroel Rachman.

Sebelumnya, KJRI Jeddah dalam siaran persnya, Kamis (27/2/2020) menyebutkan pemerintah Arab Saudi secara resmi mengeluarkan pernyataan diantaranya Penangguhan sementara akses masuk warga asing ke wilayah Arab Saudi, baik untuk tujuan umrah dan ziarah, termasuk Kawasan Masjid Nabawi di Madinah.

Menunda masuknya turis asing ke Arab Saudi yang berasal dari negara-negara dengan kasus virus corona (Cobid-19) yang oleh Otoritas Kesehatan Arab Saudi dinilai berbahaya.

"Terimakasih atas kerja sama dan saling pengertian semua pihak dalam menghadapi situasi sekarang ini,” ungkap Fadjroel Rachman.



Sumber: BeritaSatu.com