Banjir, Belasan Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal

Banjir, Belasan Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal
Sawah terendam banjir. ( Foto: Antara )
Adi Marsiela / LES Jumat, 28 Februari 2020 | 18:24 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Belasan ribu hektare sawah yang tersebar pada 15 kabupaten di Jawa Barat terancam gagal panen atau puso akibat banjir. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika mengatakan banjir menggenangi 13,234 hektare sawah pada 15 kabupaten. Saat ini luas pertanaman mencapai 166,715 hektare.

“Yang terdata puso mencapai 391 hektare,” kata Hendy ketika dihubungi Jumat (28/2/2020).

Hendy mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurut dia, apabila banjir tidak kunjung surut dalam waktu tiga hari, bisa dipastikan area sawah yang sudah tertanami berpotensi mengalami gagal panen.

Para penyuluh pertanian dan pengamat organisme pengganggu tumbuhan saat ini terus melakukan pemantauan dan pendataan terkait area sawah yang tergenang air. “Apabila memungkinkan, dinas provinsi dan kabupaten akan bantu petani dalam pengadaan benih padi untuk tanam ulang,” tuturnya.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat mencatat puso terjadi di daerah Kabupaten Bandung seluas 70 hektare, lalu Kabupaten Bogor 311 hektare, Subang 5 hektare, Majalengka 2 hektare, serta Purwakarta 3 hektare.
Sementara lahan yang tergenang banjir paling luas di Kabupaten Cirebon mencapai 3,917 hektare, Subang mencapai 3,051 hektare, Kabupaten Bekasi seluas 2,567 hektare, serta Karawang seluas 1,522 hektare.

Secara terpisah, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman menyatakan banjir masih terpantau di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

Banjir di Kota Bekasi tercatat yang paling banyak berdampak pada warga. Setidaknya ada 16,168 kepala keluarga atau 48,711 jiwa yang terdampak banjir. “Banjir pada 12 kecamatan itu sudah surut,” kata Budi.

Terkait korban banjir, Budi menerangkan, sebanyak 4,216 jiwa mengungsi karena banjir yang melanda 28 kecamatan di Kabupaten Karawang. Banjir ini berdampak pada 14,319 keluarga atau 43,249 jiwa, 12,358 rumah, 16 tempat ibadah, serta 51 unit sekolah.

Sementara banjir di Kabupaten Subang tercatat merendam 15,763 rumah serta 8,753 hektare sawah. Ketinggian air yang menggenangi 12 kecamatan di sana bervariasi tingginya antara 10-120 sentimeter. “Pada dua kecamatan sudah mulai surut,” tambah Budi.

Banjir juga terpantau pada lima kecamatan di Kabupaten Indramayu. Ketinggian air di sana bervariasi antara 10-60 centimeter. “Ada 2,632 rumah terendam dengan 6,185 jiwa terdampak,” urai Budi.

Selain bencana banjir, hujan yang mengguyur wilayah Jawa Barat juga mengakibatkan longsor di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Longsor terjadi pada Jumat, 28 Februari 2020 pukul setengah enam pagi pasca hujan yang berlangsung dari sore hingga malam hari. “Ada satu korban jiwa atas nama Didi, usianya 65 tahun,” ujar Budi.

Longsor ini juga memutus jalan penghubung menuju Desa Santanamekar dan Desa Indrajaya. Akibatnya, sambung Budi, ada 80 kepala keluarga atau 250 jiwa terisolir.



Sumber: BeritaSatu.com