Gunakan Aplikasi, Polda Riau Bekuk 35 Pembakar Hutan

Gunakan Aplikasi, Polda Riau Bekuk 35 Pembakar Hutan
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / FER Jumat, 28 Februari 2020 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Riau berhasil mengungkap 29 kasus kebakaran hutan sejak awal tahun 2020. Total 35 orang tersangka telah ditetapkan berkat aplikasi baru yang mereka kembangkan.

Baca: Polda Riau Canangkan Zero Illegal Tapping

"Semua tersangka perorangan. Penegakan hukum kita lakukan dengan efektif dan efesien salah satunya karena aplikasi Lancang Kuning yang kita kembangkan,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarko, saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (28/2/2020).

Sunarko menjelaskan, aplikasi Lancang Kuning ini mengandalkan empat satelit, menggabungkan sistem, sumber daya manusia, dan teknologi. "Sehingga saat ada titik api, aplikasi ini dengan cepat melakukan deteksi," jelasnya.

Selanjutnya, kata Sunarko, aplikasi Lancang Kuning dengan cepat memberikan informasi ke polisi yang terdekat dengan titik api. Polisi itu juga dengan cepat diketahui apakah melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran atau tidak. Makanya saat ini sudah sulit bagi pembakar hutan dan atau polisi untuk lari dari tanggungjawab.

Baca: Jokowi Tinjau Posko Penanganan Karhutla di Riau

"Umumnya kebakaran hutan disebabkan manusia dan kita bisa bisa mendapatkan pelaku masih di TKP saat mereka membakar. Ini peringatan bagi masyarakat untuk tidak membakar hutan karena kami bisa mendeteksi, dengan cepat," tambah Sunarko.

Aplikasi Lancang Kuning yang sudah dipuji Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga terkait dengan sistem memobilisasi relawan karhutla di setiap desa di Riau. Relawan ini bakal membantu polisi dan TNI serta pemerintah menekan titik api.

Hal lain adalah aplikasi ini juga bisa memetakan peta konsensi HPH yang dibakar dikuasai siapa, info tentang lahan yang di moratorium, hingga embung dan kanal yang tersedia. Aplikasi juga bisa membedakan lahan gambut atau bukan.

 



Sumber: BeritaSatu.com