Sewa Influencer, Wishnutama: Kalau BTS Enggak Mampu

Sewa Influencer, Wishnutama: Kalau BTS Enggak Mampu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Wishnutama Kusubandio ( Foto: SP/Dina Fitri Anisa )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 20:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama, menyatakan, pemerintah tak sanggup menyewa BTS, grup idola papan atas Korea Selatan (Korsel) sebagai influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Pasalnya, harga untuk menyewa BTS sebagai influencer dipastikan sangat mahal.

Baca Juga: Wishnutama Jelaskan Alasan Sewa Influencer Rp 72 Miliar

"Kan lagi dihitung-hitung yang benar. Influencer itu harganya beda-beda. Misal BTS kan mahal banget. Enggak mampu. Terus terang kalau bayar influencer BTS, enggak mampu," kata Wishnutama di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Wishnutama memperkirakan, tarif untuk menyewa BTS sebagai influencer bisa mencapai lebih dari US$ 10 juta dolar atau setara Rp 139,7 miliar (kurs Rp 13.970). Padahal, anggaran yang dialokasikan untuk promosi wisata sebesar Rp 72 miliar, itu pun tidak diperuntukkan hanya sewa influencer semata, namun juga untuk komponen promosi wisata lainnya.

"Kalau bilang BTS, ya enggak akan sanggup. Itu lebih dari US$ 10 juta buat mereka. Dan mereka mau apa enggak, itu harus ditanya. Mau enggak bantu promosi Indonesia, belum tentu mau. Kalau pun mau berapa harganya, kita harus negosiasi. Nah kita lagi hitung-hitung nih. Tahu sendiri kan, kalau enggagement-nya semakin besar, otomatis semakin mahal,” jelas Wishnutama.

Baca Juga: Apindo Minta Insentif Industri Pariwisata Segera Dieksekusi

Menurut Wishnutama, pemerintah lebih memilih menggunakan influencer dari Amerika Serikat (AS), India, Australia atau Timur Tengah.

"Influencer dari negara-negara yang kira-kira punya potensi luar biasa. Seperti Australia, kan sudah dekat, visitor-nya juga banyak, spending-nya besar. Paling mudah, kalau bisa Australia dahulu lah. Lagian jaraknya 5 jam hingga 6 jam sudah sampai Indonesia," pungkas Wishnutama.



Sumber: BeritaSatu.com