Pemerintah Siapkan Inpres Pembangunan Papua yang Komprehensif

Pemerintah Siapkan Inpres Pembangunan Papua yang Komprehensif
Menko Polhukam Mahfud MD di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Robert Wardy / WM Selasa, 25 Februari 2020 | 18:37 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah sedang menyiapakan Instruksi Presiden (Inpres) pembangunan Papua yang lebih komprehensif dan terpadu.

“Itu memantapkan satu instrumen hukum. Menyiapkan sebuah Inpres penanganan Papua yang lebih komprehensif ya,” kata Menko Polhukam Mahfud MD di Kemko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Ia menjelaskan, Inpres baru itu adalah penyempurnaan Inpres yang pernah dikeluarkan tahun 2017. Bedanya, Inpres baru nanti lebih terpadu atau disatukan.

“Selama ini ada tim. Tim Bappenas, yang khusus pembangunan ekonomi, kesejahteraan social. Terus ada di sini (Polhukam, Red), ada Tim Hankam. Nanti agar menjadi terpadu dan komprehensif itu disambung menjadi satu kesatuan komando sehingga nanti penyelesaiannya komprehensif. Tidak terkesan bahwa ini pendekatan keamanan, pendekatan militer. Semua dibawah kendali satu otoritas yang dikomando oleh Ketua Bappenas. Itu rancangan itu Inpres-nya,” jelas Mahfud.

Saat ditanya apakah Inpres itu juga memuat tindakan terhadap gerakan separatis di Papua, Mahfud menegaskan, selama ini penanganan terhadap kelompok-kelompok itu sudah bagus. Operasi akan terus dilakukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Papua, seperti Anda tahu ada gerakan separatis. Meskipun kita menganggapnya itu gerakan sipil bersenjata kan, KSB (Kelompok sipil bersenjata). Karena kita menanganinya disitu penegakan hukum lebih banyak pada soal kriminalnya. Ndak terlalu melayani urusan separatismenya. Itu kan memang kita ada disitu. Pokoknya disitu penegakan hukum, gitu aja,” ujar Mahfud.

Di tempat yang sama, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengemukakan, Inpres No 9 Tahun 2017 sudah habis masa berlakunya pada tahun 2019. Inpres itu diperbarui dan disempurnakan lagi. Penekannya agar pembangunan Papua lebih sinergi dan tampak ada hasilnya.

“Kami membicarakan pembangunan Papua secara integratif, holistik, dan perspektif soal budaya dan mengedepankan orang asli Papua,” tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com