Anggota Komisi VI DPR Soroti Kesan 'Dominasi' di Bank BUMN

Anggota Komisi VI DPR Soroti Kesan 'Dominasi' di Bank BUMN
Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam. ( Foto: Beritasatu.com / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 25 Februari 2020 | 09:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam, menyampaikan keluhan sejumlah koleganya di bank-bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang merasa resah dengan adanya kesan 'dominasi' salah satu bank pelat merah, dalam penentuan jabatan di beberapa bank BUMN.

Hal itu disampaikan Mufti Anam, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/2/2020) malam.

Baca Juga: Langkah Berani Erick Thohir Benahi BUMN Diapresiasi

"Ini kami dapat info, ada pesan masuk dari beberapa kolega di bank BUMN. Ada semacam keresahan, ada rasan-rasan (pembicaraan), ada kesan bahwa ada kelompok salah satu bank BUMN yang mendominasi, sampai-sampai talentanya diekspor ke bank-bank BUMN lain, untuk menduduki pimpinan di bank BUMN lain," ujar Mufti Anam, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (25/2/2020).

Menurut Mufti Anam, keresahan itu semakin menguat karena orang-orang dari bank BUMN tertentu tidak hanya mendominasi level direksi atau manajemen bank BUMN lain. Bahkan, pucuk pimpinan dewan komisaris diduduki bank BUMN tertentu tersebut.

Baca Juga: Sinergi BUMN Dinilai Sangat Diperlukan

"Saya sudah jawab pesan beberapa kolega di bank BUMN, agar husnudzon saja, berpikir positif saja ke pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN. Saya juga jelaskan bahwa pengisian direksi dan komisaris dari bank BUMN tertentu itu sebagai bagian dari penugasan saja, tour of duty," jelas politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Mufti Anam menyatakan, tidak mempermasalahkan kebijakan penempatan orang per orang karena itu memang ranahnya eksekutif. Namun, dia meminta jajaran direksi bank BUMN untuk lebih dekat ke karyawannya agar bisa meminimalisasi isu-isu yang berkembang, bahwa SDM bank tertentu dianakemaskan.

"Saya minta tolong keresahan karyawan diredam. Jangan sampai ada kesan di karyawan, kita ini bank besar juga, kok semua-semua orangnya diambilkan dari bank tertentu tersebut. Saya hanya saran di sini. Mungkin direksi bank BUMN bisa bikin suasana di dalam jadi kompak," pungkas Mufti Anam.



Sumber: BeritaSatu.com