Penipu Putri Arab Setengah Triliun Selalu Berpindah Hotel

Penipu Putri Arab Setengah Triliun Selalu Berpindah Hotel
Mobil Honda CRV bernopol N 3 KA yang disita polisi dari tersangka penipu putri Arab, Evie Marindo Christina. ( Foto: ANTARA )
Farouk Arnaz / CAH Senin, 24 Februari 2020 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka EMC yang menipu Putri Arab Saudi bernama Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud tinggal di hotel secara berpindah-pindah sebelum berhasil ditangkap.

“Dia sekarang dibawa ke Bareskrim untuk dimintai keterangan. Dia ini berpindah-pindah. Alamat yang diberikan kita cek sudah tidak ada. Kemudian menurut pengakuan anak-anaknya (EMC) sering ke hotel dan berpindah-pindah di setiap kota,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono di PTIK Senin (24/2/2020).

Seperti diberitakan perempuan 57 tahun itu akhirnya berhasil ditangkap di Desilva Bandara Guest House, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada Minggu (23/2).

Dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, polisi menetapkan dua tersangka yakni EMC dan anaknya EAH.

EAH telah lebih dulu ditangkap polisi. Sementara EMC sempat lolos dari kejaran polisi sebelum akhirnya tertangkap itu.

Baca JugaPolisi Amankan Mobil Milik Tersangka Penipu Putri Arab

Kedua pelaku yang telah jadi tersangka dan merupakan warga negara Indonesia (WNI) diduga mengakibatkan Putri Lolowah rugi USD 36,1jt atau setara dengan Rp 505 M. EAH dipercaya korban karena dia dulu bekerja di perusahaan milik Putri Lolowah di Malaysia.

Mereka disangka pasal penipuan, penggelapan, dan pencucian uang dalam kasus bermodus menawarkan investasi pembangunan vila dan pengadaan tanah di Bali namun tidak terealisasi sesuai kesepakatan itu.

Ada 24 orang yang sudah diperiksa yakni pelapor, pemilik dan penyewa tanah, kontraktor, pihak BPN, arsitek, aparatur desa, dan manager tanah. Belum jelas mengapa korban begitu mudah terperdaya hingga hampir setengah triliun rupiah itu.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan barang bukti berupa
mobil Jaguar, Alpahrd, beberapa buku tanah, dokumen AJB, dan dokumen pengiriman uang dari pelapor ke terlapor

Pemblokiran juga telah dilakukan atas
7 bidang tanah di Dusin Pajeng Kawan, Tampak Siring, Gianyar dan delapan rekening BCA milik tersangka.

 



Sumber: BeritaSatu.com