Cegah Penyebaran Virus Corona, Ratusan WNA Ditolak Masuk Indonesia

Cegah Penyebaran Virus Corona, Ratusan WNA Ditolak Masuk Indonesia
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus korona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 6 Februari 2020. ( Foto: Antara / Umarul Faruq )
Fana Suparman / WM Minggu, 23 Februari 2020 | 17:21 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) telah menolak sebanyak 118 warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Korona (Covid-19).

"Jumlah ini dihitung mulai dari tanggal 5 hingga 23 Februari 2020 dan diperoleh dari seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Dikatakan, jumlah penolakan WNA yang terbanyak terdapat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai Bali sebanyak 89 orang. WNA yang ditolak masuk wilayah Indonesia tidak hanya dari Tiongkok, melainkan beragam seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa dan Afrika. Alasan penolakan, antara lain karena WNA pernah tinggal atau singgah di wilayah Tiongkok Daratan pada 14 hari sebelum memasuki wilayah Indonesia.

"Hal ini menjadi dasar bagi Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi untuk menolak masuk WNA sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur penghentian sementara bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara RRT," katanya.

Selain menolak kedatangan WNA, Ditjen Imigrasi juga telah memberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada 1.247 warga negara RRT yang ada di Indonesia. Izin Tinggal Keadaan Terpaksa diberikan hanya kepada warga RRT yang sudah berada di Indonesia namun izin tinggalnya telah habis dan tidak bisa kembali ke negaranya karena adanya wabah Virus Korona.

"Serta tidak adanya alat angkut yang membawanya kembali ke negaranya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com