Omnibus Law Cipta Kerja, KSPSI Pastikan Tetap Lantang Bela Buruh

Omnibus Law Cipta Kerja, KSPSI Pastikan Tetap Lantang Bela Buruh
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (kiri) bersama Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (kedua kiri), Wakil Kepala Badan Intelkam Pori Irjen Pol Suntana (kedua kanan) dan Kapolda Metro jaya Irjen Pol Nana Sudjan pada acara HUT KSPSI ke-47, di Jakarta, Sabtu (22/2/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Thresa Sandra Desfika / FER Sabtu, 22 Februari 2020 | 20:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengadakan perayaan hari jadi yang ke-47 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (22/2/2020). KSPSI menegaskan komitmen untuk tetap lantang membela hak-hak buruh.

Baca Juga: DPR Apresiasi Masukan dan Perjuangan Buruh

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengatakan, sebagai konfederasi buruh terbesar di Indonesia, KSPSI tetap lantang membela hak-hak buruh.

KSPSI memang dikenal dekat dengan pemerintah karena telah menjadi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak pemilihan gubernur DKI Jakarta di 2012 serta pemilihan presiden 2014 dan 2019.

"Kami loyalis Presiden Jokowi tapi tidak hilang kiritisnya. Terbukti, walaupun komisaris utama di salah satu BUMN, saya tetap memimpin buruh untuk turun ke jalan mengkritisi Omnibus Law Cipta Kerja di DPR belum lama ini," tegas Andi Gani Nena Wea.

Andi Gani yakin, Presiden Jokowi dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah mendengar kegelisahan yang disampaikan buruh dalam Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Andi Gani Sebut Buruh Tak Dilibatkan Susun Omnibus Law

"Saya yakin Pak Jokowi mengerti ini. Memahami kalau berbeda pendapat tidak akan membuat kami bermusuhan. Tapi, jangan pernah meninggalkan buruh Indonesia," tegas Andi Gani Nena Wea.



Sumber: BeritaSatu.com