Ini Rencana Isi Museum SBY-Ani Yudhoyono di Pacitan

Ini Rencana Isi Museum SBY-Ani Yudhoyono di Pacitan
Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, dan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto diambil 5 Mei 2013. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / CAH Sabtu, 22 Februari 2020 | 18:17 WIB

Pacitan, Beritasatu.com - Proses pembangunan museum dan galeri seni SBY-Ani Yudhoyono di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan, Jawa Timur (Jatim) dimulai hari ini, Sabtu (22/2/2020). Kenapa memilih Pacitan dan apa saja nantinya isi museum dan galeri seni tersebut?

SBY menyebut, almarhumah Ani Yudhoyono sangat mencintai Pacitan, sehingga sangat bersemangat dengan ide pembangunan museum di sana.

"Ibu Ani sangat mendorong untuk segera dilaksanakan pembangunan museum dan galeri seni ini. Ketika di rumah sakit Singapura, Ibu Ani bilang 'Pepo kalau nanti saya sudah sembuh, kita atur nanti pembangunan museum dan galeri itu'. Itu kata-kata Almarhumah yang saya ingat sampai kapanpun," ujar SBY mengenang.

SBY menjelaskan bahwa Museum Kepresidenan Amerika Serikat seperti Truman, Eisenhower, Clinton, dan Bush yang pernah dikunjungi SBY bersama Ibu Ani dan keluarga, juga dibangun di tanah kelahiran mereka masing-masing. "Dari situlah juga saya mendapatkan inspirasi membangun museum di Pacitan," SBY menerangkan.

Proses Pembangunan Museum SBY-Ani Yudhoyono di Pacitan Dimulai

Ossy Dermawan dalam laporan rencana pembangunan museum menjelaskan, Museum Kepresidenan SBY menampilkan sejarah hidup SBY yang dibagi menjadi berbagai tema. "Dimulai dari masa kecil dan remaja SBY di Pacitan, hingga terpilih menjadi presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat di tahun 2004," kata Ossy.

Pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani ini merupakan cara SBY untuk mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dan pemikirannya kepada para generasi muda penerus bangsa. Museum ini rencananya akan mengcover sejarah manis-getir kehidupan SBY semasa tinggal di Pacitan, tetapi juga perjalanan pendidikan, karier militer, politik-pemerintahan.

Selain itu juga capaian kerja satu dekade pemerintahan (2004-2014) yang meliputi keberhasilan konsolidasi demokrasi, perdamaian Aceh, kenaikan signifikan ekonomi nasional, penurunan tajam tingkat kemiskinan, program kesejahteraan sosial, modernisasi alutsista, kenaikan signifikan PNS, TNI-Polri, menguatnya kapasitas diplomasi global, hingga netralisasi ketegangan relasi RI-Timor Leste yang membebaskan Indonesia dari ancaman pengadilan HAM Internasional.

Menurut Ossy, SBY yang juga ketua umum Partai Demokrat ini tidak hanya mengajarkan kegigihan, kerja keras, dan berpikir cerdas, tetapi juga bagaimana mengambil kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran. Karena itu, museum ini juga akan dilengkapi fasilitas bertema "Decision time" untuk melatih kapasitas kepemimpinan generasi muda Indonesia.

Tak lupa, museum ini juga dilengkapi dengan galeri seni Ani Yudhoyono, yang didedikasikan untuk mengenang warisan dan kontribusi besar Ibu Kristianti Herwati atau Ani Yudhoyono kepada bangsa saat mengabdikan dirinya mengemban tugas sebagai Ibu Negara (2004-2014).

Adapun kebutuhan dana pembangunan konstruksi, interior, operasional, dan perawatan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani ini diperoleh melalui proses fundraising secara terbuka. Karena itu, Yayasan Yudhoyono pengelola Museum dan Galeri Seni SBY-Ani saat ini masih membuka diri untuk bantuan, sumbangan, dan donasi sukarela dari berbagai kalangan yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.



Sumber: BeritaSatu.com