Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Salah Blokir Rekening Pengacara

Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Salah Blokir Rekening Pengacara
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta. ( Foto: Antara / Dewa Wiguna )
Yeremia Sukoyo / FMB Kamis, 20 Februari 2020 | 10:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan verifikasi dan klasifikasi terkait ratusan rekening efek atau SID (Single Investor Indentification) yang keberatan dilakukan pemblokiran. 

Johan Imanuel, Kuasa Hukum Andrew Sutanto, mengonfirmasi adanya kesalahan data nama pemilik rekening yang diblokir penyidik Kejagung. Seharusnya Kejagung memblokir rekening Andrew Sutanto, bukan Johan Imanuel yang hadir selaku kuasa hukum.

Johan menceritakan, saat menghadiri pemeriksaan, dirinya hadir terlebih dahulu di Kejaksaan Agung. Ketika itu dirinya lantas menyerahkan kartu identitas kepada petugas kejaksaan.

"Saya mendampingi salah satu saksi. Pak Andrew waktu itu belum datang, saya datang duluan. Jadi pakai kartu identitas saya. Mungkin kejaksaan mengambil datanya dari kartu itu, makanya nama saya dimasukkan," kata Johan Imanuel, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dirinya menceritakan, kliennya merupakan salah satu pihak yang rekeningnya diblokir kejaksaan. Kehadirannya untuk mengklarifikasi adanya pemblokiran rekening.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, menegaskan, terkait kesalahan nama pemilik rekening yang diperiksa dirinya akan mengklarifikasi kepada penyidik. "Bahan (nama-nama terperiksa) kami dapat dari penyidik. Nanti dikonfirmasi lagi," kata Hari.

Sejak Sabtu (14/2/2020) lalu, pihak Kejagung memang melakukan pemeriksaan sekaligus klarifikasi terhadap sejumlah pihak pemilik rekening saham yang keberatan atas pemblokiran rekening saham yang diduga terkait perkara korupsi Jiwasraya.



Sumber: BeritaSatu.com