Gara-gara Virus Korona, Investasi Triliunan Rupiah di KEK Palu Tertunda

Gara-gara Virus Korona,  Investasi Triliunan Rupiah di KEK Palu Tertunda
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soetta melakukan pemeriksaan suhu tubuh seorang penumpang yang berasal dari Singapura setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (10/2/2020). Setelah Pemerintah resmi menaikan status Travel Warning atau kewaspadaan perjalanan ke zona kuning, petugas KKP Klas 1 Soetta melakukan pengetatan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan terhadap penumpang pesawat yang berasal dari Singapura. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
John Lory / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 17:08 WIB

Palu, Beritasatu - Perusahaan manufaktur Tiongkok, China First Heavy Industries (CFHI), Group International Resources Co Ltd terpaksa menunda sejumlah agenda investasi bernilai triliunan rupiah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) karena tidak bisa datang ke Indonesia lantaran virus korona di negara itu.

“Rencana awal Februari 2020 CFHI datang ke Palu dan akhir Februari rencana sudah mengawali pembangunannya di KEK. Tapi tertunda karena virus korona, pemerintah melarang masuk ke Indonesia,” kata Direktur Investasi dan Kerja Sama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), Agus Lamakarate di Palu, Rabu (19/2/2020).

Menurut Agus, perusahaan itu tertarik berinvestasi di KEK Palu dengan rencana investasi USD 40 miliar atau setara total Rp 120 triliun.

Sebelumnya, Dirut CFHI, Zhu Qingshan telah datang ke Palu pada 17 Desember 2019 menandatangani LoI dengan Wali Kota Palu Hidayat. Penandatanganan itu disaksikan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Direktur Utama China Heavy Industries Group Co Ltd, Liu Mingzhong.

Agus mengatakan, para petinggi di perusahaan badan usaha milik Tiongkok itu telah mengabarkan ke manajemen PT BPST selaku pengelola KEK, belum bisa menindaklanjuti LoI karena terhalang virus corona.

“Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya setelah Pemerintah RI menyatakan larangan untuk kunjungan warga negara Tiongkok ke Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah perusahaan telah beroperasi di KEK Palu di antaranya PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dengan nilai investasi Rp 100 miliar.

Selanjutnya kata Agus, PT Hong Thai International yang bergerak di bisnis pengolahan getah pinus dengan nilai investasi Rp 13,7 miliar dan telah melakukan ekspor sejak akhir 2018.

Kemudian, PT Tata Kokoh Abadi yang memproduksi batu bata dari tanah liat, perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat, kapur semen atau kaca dengan nilai investasi Rp 20 miliar.

“Perusahaan-perusahaan itu telah mempekerjakan ratusan tenaga kerja,” papar Agus.

 



Sumber: BeritaSatu.com