Polres Kaur Usut Jembatan Gantung Putus Tewaskan 10 Orang

Polres Kaur Usut Jembatan Gantung Putus Tewaskan 10 Orang
Ilustrasi jembatan gantung. ( Foto: Beritasatu Photo )
Usmin / JAS Senin, 17 Februari 2020 | 18:00 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepolisian Resor (Polres) Kaur, Bengkulu, saat mulai mengusut kasus jembatan gantung putus di Desa Bungin Tambung III, Kecamatan Padang Guci Ulu, yang menyebabkan 10 meninggal dan 10 mengalami luka ringan dan berat dengan memeriksa sejumlah saksi yang selamat.

Kapolres Kaur, AKBP Puji Prayitno, di Bengkulu, Senin (17/2/2020) membenarkan pihaknya mengusut kasus jembatan gantung putus di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Ulu, yang terjadi pada Januari lalu.

"Penyidik Polres Kaur kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, yang selamat dalam tragedi maut jembatan gantung putus di Desa Bungin Tambun III pada Januari 2020 lalu. Ada beberapa saksi sudah kita mintai keterangan guna mengusut kasus yang menyebabkan 10 tewas dan 10 mengalami luka-luka," ujarnya.

Ia mengatalkan, pemeriksaan para saksi dan korban dilakukan di kantor Polsek Kaur Utara, dengan melibatkan unit I Tipidum dan Unit 3 Tipidkor Satuan Reskrim Polres Kaur. Penyidik meminta keterangan terhadap korban yang selamat mengenai bagaimana proses jembatan itu sampai putus.

Penyidikan ini dilakukan sesuai dengan laporan Polisi Nomor :LP/ 38-A /I/2020/Bengkulu/Reskaur, tanggal 19 Januari 2020, serta surat perintah penyelidikan Nomor : Sp.lidik/07/I/2020 tanggal 19 Januari 2020.

"Ada dugaan tindak Pidana dalam kasus ini, karena kesalahan menyebabkan orang lain mati dan luka. Untuk pemeriksaan saksi, dan dinas terkait sudah kita lakukan, sekarang tinggal menunggu kontrak awal pembuatan jembatan tersebut," ujarnya.

Selain itu, untuk memperkuat keterangan para saksi pihak penyidik juga akan melakukan uji laboratorium tali seling kawat jembatan yang putus ke Jakarta atau Bandung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab jembatan gantung tersebut putus.

"Nanti hasil uji laboratorium akan memperkuat pemeriksaan dari ahli penguji. Setelah itu, penyidik baru tahu arah yang akan dilakukan. Sampai saat ini, penyidikan kasus jembatan gantung putus terus berjalan," ujarnya.

Kapolres menambakan, ambruknya jembatan gantung yang berada di atas Sungai Cawang Kidau, Kecamatan Padang Guci Ulu, akibat tali pengikat jembatan putus karena diduga tidak mampu menahan beban yang ada di atas jembatan tersebut.

Padahal, jembatan tersebut baru selesai dilakukan perbaikan oleh Dinas PUTP Kabupaten Kaur. Namun, untuk memastikan penyebab, jembatan gantung tersebut putus, penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium di Bandung terhadap kawat seling jembatan gantung yang putus tersebut.

"Untuk memastikan penyebab jembatan gantung Bungin Tambun III putus, kita masih menunggu hasil laboratorium Bandung yang melakukan pengujuan terjadap kawat seling jempatan yang putus apakah kualitasnya sesuai spek apa tidak," ujarnya.

Seperti diketahui jembatan gantung di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada Minggu (19/1) putus. Akibatnya, sebanyak 20 orang remaja yang ada di atas jembatan kecebur dan hanyur di Sungai Cawang Kidau setempat.

Hal ini menyebabkan sebanyak 10 orang ditemukan dalam keadaan tewas dan 10 orang lagi selamat dan hanya mengalami luka ringan saja. Ambruknya jembatan gantung ini diduga karena kelebihan muatan.

Pasalnya, pada saat kejadian di jembatan gantung ini terdapat 20 remaja yang tengah berfoto-foto sambil bergaya. Namun, pada saat mereka asyik berfoto, jembatan putus dan seluruh orang yang ada di jembatan tercebur dan hanyut ke Sungai Cawang Kidau.



Sumber: BeritaSatu.com