Peringati Hari Kesadaran Nasional, PON Disebut Sebagai Tugas Bersama

Peringati Hari Kesadaran Nasional, PON Disebut Sebagai Tugas Bersama
Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti pada upacara Hari Kesadaran Nasional di Kantor Menpora, Jakarta, Senin (17/2/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 17 Februari 2020 | 13:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bagi jajaran pemerintahan di bawah Menteri Pemuda dan Olahraga Nasional (Menpora) Zainudin Amali, Hari Kesadaran Nasional dimaknai sebagai kesadaran untuk membangun bangsa. Hal ini dapat dicapai dengan kontribusi aktif terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua.

Mewakili Menpora, Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti menyebutkan kedua program prioritas ini adalah tanggung jawab bersama.

"Papua optimis. Ini sejarah Papua menyelenggarakan multi-event nasional olahraga. Kita harus dukung penuh agar sukses prestasi, administrasi, dan ekonomi masyarakat," ucap Chandra sebagai pembina upacara dalam amanatnya di kantor Menpora, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Baginya, kesuksesan prestasi dapat dilihat dari pemecahan rekor nasional di berbagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Kemudian, sukses administrasi berkaitan dengan akuntabilitas penyelenggaraan acara. 

Adapun acara ini diharapkan berdampak langsung terhadap perekonomian Papua. Dengan kedatangan ribuan atlet dan kontingen dari berbagai provinsi, Chandra optimis pertumbuhan ekonomi Papua dapat meningkat pesat. Terlebih bagi, Menpora sebelumnya berpesan agar penyelenggaraannya menyisipkan unsur budaya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong sport tourism ('wisata olahraga').

Dalam kesempatan yang sama, apresiasi penghargaan purnabakti juga diberikan kepada Asdep Pengelolaan Olahraga Pendidikan Alman Hudri dan Kabid Penghargaan Olahraga Sutiknyo. Keduanya akan memasuki masa pensiun TMT pada bulan Maret mendatang.



Sumber: PR