Rohidin Mersyah Berharap Golkar dan PDIP Berkoalisi di Pilgub Bengkulu

Rohidin Mersyah Berharap Golkar dan PDIP Berkoalisi di Pilgub Bengkulu
Ilustrasi Pilkada 2020. ( Foto: SP/Muhammad Reza )
Usmin / JEM Minggu, 16 Februari 2020 | 16:12 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Rohidin Mersyah yang juga Ketua DPD Golkar Bengkulu mengharapkan, Golkar dan PDIP bisa berkoalisi dalam pemilihan gubernur (pilbub) Bengkulu pada  Pilkada Serentak 2020 yang digelar Sepetember 2020 mendatang.

"Saya sangat mengharapkan Golkar dan PDIP dapat berkoalisi pada Pilgub Bengkulu 2020 ini, karena pada saat pilpres, Golkar dan PDIP koalisinya sangat bagus. Saya berharap hal ini kembali terjadi di Pilgub Bengkulu," kata Gubernur Rohidin Mersyah, ketika membuka Rakerda DPD PDIP Bengkulu, di Bengkulu, Minggu (16/2/2020).

Rohidin Mersyah juga mengharapkan koalisi antara Golkar dan PDIP tidak hanya terjadi di Pilgub Bengkulu 2020, tapi juga pada pemilihan bupati dan wakil bupati di 8 kabupaten di Provinsi Bengkulu, yang akan dilaksanakan pada 23 September mendatang.

Adapun 8 kabupaten di Bengkulu, yang akan menggelar pemilihan bupati melalui Pilkada Serentak 2020 yakni Seluma, Bengkulu Utara, Mukomuko, Kepahiang, Lebong, Bengku lu Selatan, Lebong dan Kabupaten Kaur. "Jika Golkar dan PDIP berkoalisi pada Pilkada 2020, maka hasil pilkada dapat dicapai sesuai harapan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bengkulu, Elva Hartati mengatakan, pada Rakerda ini pihaknya memanggil seluruh struktur partai DPD dan DPC, serta anggota fraksi PDIP se-Provinsi Bengkulu, termasuk para kandidat calon peserta pilkada serentak 2020 di daerah ini.

Hal ini dilakukan pengurus DPD PDIP Provinsi Bengkulu, untuk mendengarkan apa yang direkomendasi waktu rakernas PDIP beberapa waktu lalu. “Bagaimana kita menekankan visi dan misi bakal calon (balon) kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2020, harus sama dengan PDIP Perjuangan," ujarnya.

Anggota DPR RI dapil Bengkulu menambahkan, beberapa kandidat calon kepala daerah yang hadir dalam Rakerda DPD PDIP Bengkulu, semuanya berpeluang diusulkan untuk diusung di Pilkada 2020 ke DPP PDIP Pusat.

Namun, sebaliknya bagi kandidat yang dihadir pada Rakerda PDP PDIP Bengkulu, dipastikan tidak akan direkomendasikan ke DPP untuk diusung di Pilkada 2020. "DPP PDIP Bengkulu, akan mengeluarkan surat rekomendasi serentak untuk kandidat yang akan diusung di Pilkada 23 September mendatang. Rekomendasi pertama akan dikeluarkan 29 Februari mendatang," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Ribka Tjiptaning mengatakan, DPP tidak akan menaifkan apa yang diusulkan dari daerah, baik untuk usulan kandidat gubernur, bupati maupun wali kota, akan dibahas dan dipertimbangkan untuk mendapatkan kandidat kepala daerah terbaik.

"Rekomendasi untuk kandidat rencananya tanggal 29 Februari sudah diberikan kepada kandidat yang akan diusung pada Pilkada 2020. Mudahan-mudahan jadwal inu tidak mundur. Kita juga merekomendasikan kandidat balon kepala daerah sesuai dengan survei yang ada," ujarnya.

Artinya, kandidat kepala daerah baik gubernur, bupati maupun walik ota yang diusung PDIP di Pilkada 2020, hasil survei eletabilitas dan popularitas harus bagus, sehingga potensi untuk memenangkan pilkada cukup besar.

"Jadi, PDIP dalam menentukan kandidat yang akan diusung di Pilkada 2020, sangat objektif karena rekomendasi dukungan diberikan berdasarkan hasil servey tertinggi dan mendapat dukungan dari masyarakat," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com