Pulang dari Karantina Natuna, 10 Warga Jateng Tidak Mau Diekspose

Pulang dari Karantina Natuna, 10 Warga Jateng Tidak Mau Diekspose
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo . ( Foto: ANTARA )
Stefi Thenu / FMB Minggu, 16 Februari 2020 | 12:48 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Sebanyak 10 orang warga Jawa Tengah dari Natuna tiba di Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (15/2/2020) malam. Sebanyak lima di antaranya, menumpang pesawat dan turun di Bandara Jendral Ahmad Yani, Semarang.

Mereka menumpang maskapai Batik Air, penerbangan terakhir dari Halim Perdanakusuma dan dijadwalkan mendarat pukul 22.30. Namun pesawat berstatus landing sekitar pukul 21.49 malam. Meskipun demikian, kelima orang ini tidak melewati pintu kedatangan penumpang.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menjelaskan, karena privasi, kelima orang tersebut tak mau diliput oleh awak media. Itu adalah permintaan pribadi mereka.

Dari sisi kesehatan, Yulianto memastikan sudah dinyatakan sehat dan merasa senang dapat menginjakan kaki di Jawa Tengah.

"Yang turun di sini (bandara Ahmad Yani) ada lima, dari Semarang ada dua, Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di (bandara) Adi Sucipto (Yogyakarta) tiga orang, dua orang lagi naik kendaraan darat.

Mereka difasilitasi oleh pemprov disediakan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun ada juga yang dijemput keluarganya. Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran," ujarnya.

Terkait pengawasan secara medis, menurutnya tetap dilakukan. Hanya saja, pengawasan tersebut tidak melekat. Bagi mereka yang mengalami sakit, diharapkan melapor ke dinas kesehatan terdekat.

Yulianto memaparkan, sebagian besar warga Jateng yang usai dikarantina di Natuna, adalah mahasiswa. Terkait proses pembelajaran, mereka mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kampus.

"Jadi mereka belajar lewat internet, ada aplikasinya, sampai kemudian ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak kampus," beber Yulianto, usai mendampingi para mahasiswa, di ruangan khusus.

Ia menegaskan, di Jawa Tengah tidak ada kejadian penularan Covid-19 yang terjadi. Hal itu berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan baik di areal bandara, rumah sakit dan beberapa perusahaan yang mempekerjakan warga asing.

"Yang diluar ini (Natuna) kita sudah lakukan pemantauan, semua negatif Covid 19 (Virus Korona). Yang di rumah sakit juga sudah kita pulangkan semua, tidak ada yang terindikasi di Jawa Tengah," tegas Yulianto.

Meskipun demikian, kewaspadaan terus digencarkan, pada pintu masuk kedatangan bandara maupun pelabuhan. Seperti dikatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang Ariyanti.

"Tetap kesiagaan, kewaspadaan kita lakukan. Terutama penumpang yang dari luar negeri, (jika ada) suhunya (badan) meningkat kita berikan High Alert Card, tapi sampai sekarang tidak ada. Tidak hanya di sini, di Bandara Adi Sumarmo maupun pelabuhan, semuanya aman," paparnya.

Ia berharap, status kewaspadaan terhadap Covid-19 akan segera diturunkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Namun hingga sekarang, pihaknya masih menunggu arahan terkait hal tersebut dari Kemkes RI.



Sumber: BeritaSatu.com