Kempupera Tingkatkan Kapasitas Waduk Muara Nusa Dua

Kempupera Tingkatkan Kapasitas Waduk Muara Nusa Dua
Ilustrasi waduk. ( Foto: Antara )
Muawwan Daelami / FMB Minggu, 16 Februari 2020 | 11:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Waduk Muara Nusa Dua sejak direhabilitasi 2017 lalu, kini dapat difungsikan optimal untuk menyediakan air baku PDAM 500 liter/detik di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pasukan air tersebut meningkat sebesar 200 liter/detik dari sebelumnya 300 liter/detik.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerja ke Waduk Muara Nusa Dua mengatakan waduk seluas 35 hektar tersebut berperan penting dalam memasok air baku di kawasan pariwisata utama di Bali, seperti Kuta, Benoa, Nusa Dua dan sekitar Bandara I Ngurah Rai.

Selain rehabilitasi waduk, Kempupera juga melakukan penataan kawasan sekitar waduk sehingga dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka publik. "Waduk Muara ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik yang berfungsi mendukung wisata lokal dan fungsi lain seperti olahraga dayung,” kata Basuki dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Minggu (16/2/2020).

Pada kesempatan tersebut, Basuki juga memerintahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida, Ditjen Sumber Daya Air Airlangga Mardjono untuk menabur benih ikan Nila di Waduk tersebut agar masyarakat setemlat dapat memanfaatkannya untuk memancing dan upaya pelestarian lingkungan.

Waduk Muara ditata dan direhabilitasi sejak 2017 hingga 2019 oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero (Tbk) - PT. Bahagia Bangun Nusa KSO dengan biaya APBN sebesar Rp 216,3 miliar (MYC).

Rehabilitasi meliputi penguatan tanggul waduk, sludge drying area, pembangunan pneumatic crest gate pada groundsill, pneumatic crest gate saluran pengarah, trashrack saluran pengarah, dan pengerukan sendimen (normalisasi). Sedangkan untuk penataan kawasan meliputi perbaikan jalan inspeksi, pembangunan gedung operasional, dan jembatan.

Kepala BBWS Bali – Penida Airlangga Mardjono menyampaikan pengelolaan Waduk Muara Nusa Dua dibagi menjadi dua zona yaitu pengendapan dan pemanfaatan. "Penyaringan sampah (trashrack) dan pengendapan sedimen dialirkan ke saluran pengarah selanjutnya diangkut ke luar Waduk Muara. Sedangkan zona pemanfaatan untuk sumber air baku," tuturnya.

Sebelum direhabilitasi dan ditata, kondisi Waduk Muara dipenuhi sampah dan tampungan airnya terus menurun akibat sedimentasi. BBWS Bali – Penida merehabilitasinya dengan memobilisasi 10 rit truk sampah per hari. Pengendalian sedimen juga dilakukan agar tidak merusak kawasan mangrove di hilir waduk, memaksimalkan fungsi waduk sebagai pengendali banjir Tukad Badung dan sumber suplai utama Air Baku kawasan pariwisata modern, seperti Kuta, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Badung. 



Sumber: BeritaSatu.com