Puan Maharani Bicara Perjuangan dan Semangat

Puan Maharani Bicara Perjuangan dan Semangat
Ketua DPR RI Puan Maharani. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Carlos KY Paath / JAS Jumat, 14 Februari 2020 | 05:27 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani mengungkap sebagian kalangan berpandangan wajar jabatan yang disandangnya selama ini. Sebab Puan mempunyai "karpet merah".

Puan tak menolak anggapan itu. Meski begitu, menurut putri Presiden Kelima sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut, semuanya melalui proses yang panjang dan berliku.

"Memang betul saya punya karpet merah, karena cucu Bung Karno. Kemudian anak Ibu Megawati Presiden Kelima, dan almarhum Pak Taufik Kiemas punya PDIP. Maksudnya orang tua saya mendirikan PDIP. Memang ada karpet merah tapi bukan berarti itu dilakukan dengan tiba-tiba. Semua penuh perjuangan dan tentu saja semangat, keyakinan, dan keinginan," tegas Puan.

Hal itu disampaikan Puan dalam acara Jamuan Makan Malam dalam rangka pengukuhan gelar kehormatan doktor HC kepada Puan Maharani di Po Hotel Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (13/2/2020). Acara tersebut dihadiri Megawati, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Berikutnya ada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, serta anggota DPR dari Fraksi PDIP antara lain Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Eriko Sotarduga, dan Effendi Simbolon. Rektor Undip Yos Johan Utama dan Ketua Senat Akademik Undip Sunarso, serta Ketum Ikatan Alumni Undip Maryono, termasuk jajaran Civitas Akademik Undip pun menghadiri acara.

Puan mengaku pernah mengeluh lelah kepada ibunya karena aktivitas politik. Megawati lantas memberikan pesan yang membuat Puan kembali bersemangat. "Kalau saya ngeluh ke ibu saya capek dari saya umur berapa itu ya. Ibu saya bilang 'Puan kamu itu sekarang udah lebih enak daripada mama. Mama itu dulu naik bus oplet, bajaj, kamu sekarang naik mobil'," ungkap Puan.

Puan menyebut, "Saya bilang betul juga ya. Jadi saya semangat lagi. Walau sebetulnya capek sekali. Tapi saya yakin tidak ada sesuatu yang instan, karena semuanya itu memang harus penuh dengan perjuangan."

Ketika Megawati diminta menjabat ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Puan sempat menyarankan agar sang ibu tak menerima.

"Saya pernah sampaikan 'Mama mau jadi ketua dewan Pengarah BPIP, Mama Presiden Kelima, artinya ini turun, karena BPIP itu badan'. Ibu Megawati katakan ke saya, 'Sudah Puan ini untuk Pancasila, ini untuk Republik Indonesia, ini untuk merah putih"," tutur Puan.

Puan menambahkan, "Waktu yang terpilih (jajaran Dewan Pengarah BPIP) semua senior-senior, saya ketawa. Ini senior benar. Ini justru menunjukkan yang senior lebih bersemangat dari yang muda. Jadi yang muda enggak boleh kalah. Wah saya dengar ibu saya begitu jadi semangat."

Puan pun menegaskan, "Selama Ibu Megawati masih semangat mau bekerja untuk republik artinya republik ini masih punya harapan untuk bisa menjadi suatu negara yang sesuai cita-cita founding fathers (pendiri bangsa)."



Sumber: BeritaSatu.com