Proses Penerimaan CPNS Dinilai Belum Penuhi Kebutuhan Daerah

Proses Penerimaan CPNS Dinilai Belum Penuhi Kebutuhan Daerah
Ilustrasi ujian calon ASN. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / MPA Senin, 10 Februari 2020 | 17:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dinilai belum memenuhi kebutuhan daerah. Apabila terus dipertahankan, maka tidak tertutup kemungkinan pada tahun tertentu ada pemerintah daerah (pemda) mengalami kekosongan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi menjelaskan, jumlah PNS pensiun dengan alokasi yang dibuka pemerintah tidak berimbang. Arwani mencontohkan, kebutuhan riil PNS di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sekitar 9000 orang, namun dalam rekrutmen terakhir hanya menerima kuota 200-300.

“Jauh dari harapan yang dibutuhkan daerah. Setiap tahun antara jumlah pensiun dengan alokasi yang disediakan pemerintah itu jomplang. Ada satu daerah apabila menggunakan rumus alokasi atau kuota penerimaan seperti sekarang ini, maka di tahun sekian akan kosong, enggak ada PNS,” kata Arwani.

Arwani menyatakan, pemerintah sepatutnya menyiapkan peta jalan penerimaan CPNS, termasuk Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, formasi dan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditetapkan pemerintah harus rinci.

Di sisi lain, Arwani baru menerima informasi ternyata proses penerimaan CPNS disampaikan setelah pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Akibatnya, terkait dengan penganggaran yang menjadi beban pemda tidak disiapkan dengan baik.

“Kami ingin agar dalam waktu dekat daerah itu dibuat roadmap (peta jalan) penerimaan CPNS dan PPPK, termasuk formasi dan jumlah kebutuhannya. Tujuannya supaya pemda bisa bekerja lebih efektif, dan tidak terlalu membebani APBD,” ucap Arwani.



Sumber: Suara Pembaruan